Behind Those Beautiful Eyes
Iris karamel yang begitu mendalam, sorot mata tajam yang memikat, dan lengkung menyipit yang menghanyutkan. Siapa pun luluh dengan pemiliknya. Namun tidak setiap keindahan yang terlihat begitu kasat mata jatuh tanpa cacat. Suatu kelabu yang tersimpan jauh di dalamnya merupakan bagian tersudut yang lebih mengerikan. Behind those beautiful Eyes.
Siwon Choi, Mi Young Hwang, dan Kyuhyun Cho. Dengan kebesaranNya, Dia menjatuhkan anugrah dalam mata-mata indah mereka. Tiga orang yang terikat dalam lingkar keputusasaan karena kelamnya masa lalu.
The Worst Tragedy [Last Assault]
[Jakarta: May, 1998]
Namaku Danisha Tribhuana Tunggadewi. Nama Danisha diambil dari kata ‘danish’ yang berarti orang Denmark. Ayah memberikan nama tersebut karena aku lahir di Denmark ketika beliau bertugas sebagai diplomat di negara tersebut. Tribhuana Tunggadewi sendiri diambil dari gelar Ratu Majapahit, Dyah Gitarja, yaitu Tribhuana Wijayatunggadewi. Satu-satunya ratu yang memimpin kerajaan Hindu-Budha terbesar dalam sejarah Indonesia.
A Lovely Coincidence [Shot: 9]
Arsvio | Kyuhyun Cho, Adelynn Lee, Aiden Lee, Daehyun Cho, Seo Joo Hyun | Romance | PG-15
[Singapore at 07.00 am: Singapore National University Hospital]
“Apa yang kau lakukan di sini, Seo-ya?” Aku memandang harap-harap cemas pada Seohyun. Wajahnya yang memucat tidak mengurangi intensitas pandangan tajamnya pada kami, aku dan Lynn. Membuang wajahnya ke samping sejenak, Seohyun menghadap kami lagi dengan bibir yang mencoba melafalkan kalimat.
“I…ige mwoya, Oppa?” Menelusur ekspresi wajahnya, aku yakin Seohyun sudah mengetahui kondisiku. Dia merentangkan sebelah tangannya dan mengigit bibir untuk menyalurkan rasa ketidakpercayaannya.
The Worst Tragedy [First Assault]
By: Arsvio | Cast: Danish Lim, Siwon Choi, Donghae Lee| Rate: PG-15
“Terima kasih karena sudah bekerja keras hari ini.” Ketua koordinasi tim relawan kami, Kim Joon Myeon, memberikan salam perpisahan dengan membungkuk dan melambai pada beberapa rekan. “Your bodyguards are waiting, Danish-ssi.” Joon Myeon atau lebih akrab dipanggil Suho mengedikkan dagu ke arah luar sembari tersenyum kecil.
Aku memelorotkan bahu dan mendengus kecil begitu melihat sebuah BMW terpakir di halaman depan posko pengungsian korban pembombardiran Pulau Yeonpyeong, tempat di mana aku berada sekarang. Seorang berperawakan tegap lengkap dengan jas dan alat komunikasi yang terhubung di telinganya berdiri tepat di samping mobil. “I’ve to go now.” Aku mengangkat tas punggungku dengan malas. “Bye.”
RECONCILIATION
Arsvio | Donghae Lee, Langit Senja | P-15
Hai Buddies,
Kami ingin minta bantuan kalian buat like ff buatan kami yang publish di note fb untuk suatu kompetisi. Tema ff nya: Long Distance Relationship Indonesia-Korea. Silakan comment dan riview jika berkenan. Thanks awfully. Ini linknya:
Donghae Lee, Langit Senja | PG-15
Kyuhyun Cho, Lentera Jingga | All ages
Surprise cast | All ages
Buat cadangan bagi yang tidak bisa membuka:
http://m.facebook.com/note.php?note_id=4235098654694&refid=17
http://m.facebook.com/note.php?note_id=4234839848224&refid=17
http://m.facebook.com/note.php?note_id=10151473600322946&refid=17
Regard,
Arsvio
Author: ‘lil sist | PG: All ages | Cast: Jocelyn Kim (own cast), Kris Wu
AN ENDING
“How about today?” sebuah suara berhasil membuyarkan lamunanku. Ku endikkan bahuku ringan sebagai balasan. Aku tau inference dari pertanyaan Gendis, oleh karena itu aku tidak ingin membahasnya. Bergegas kumasukan buku dan pensilcase ke dalam ransel. Kurapihkan kunciran rambut sebelum pergi meninggalkan kelas. Hampir 2 jam aku mengikuti kelas Linguistics, but I got nothing. Anganku terbang entah kemana sementara ragaku duduk manis termenung di kelas.
“I’m going to book store wanna come with me?” tawarku pada gadis keturunan Indonesia ini. Aku yakin dia tidak akan menolak ajakanku.
A Lovely Coincidence [Shot: 8]
Aku mengerjap dan membuka kelopak mataku secara perlahan. Wangi maskulin Hyun menggelitik penciumanku begitu inderaku terbangun awas. Menggeser kepalaku yang berbantal lengan atas Hyun, aku merasakan terpaan hangat nafas teratur Hyun di wajahku. Aku masih betah memandangi wajah terlelapnya untuk beberapa saat untuk mengagumi keelokannya.
Kami tertidur di sofa tamu dalam posisi duduk berhadapan. Kehangatan menyeruak ketika aku menunduk memerhatikan jemariku dalam genggam tangan Hyun yang berada di pangkuannya. Perasaan yang sama setiap kali dia melingkupi jemariku dengan miliknya. Dengan hati-hati aku menarik tanganku agar tidak membangunkan Hyun. Aku menahan nafasku saat Hyun menggeliat kecil.
A Lovely Coincidence [Shot 7]
Menjalin jemariku menjadi satu, aku menumpukan sikuku pada pinggir kursi. Mataku memejam dan pikiranku melayang pada suasana saat aku bangun pagi. Aku tidak mendapati Lynn di sisiku ketika membuka mata pagi ini, namun wangi khas tubuhnya masih melekat di benakku bahkan hingga sekarang. Meraba dadaku, aku dapat mengingat kepalanya yang menyandar di sini. Melingkarkan kedua tangan, aku mengukur dalam imajinasiku tubuh mungil Lynn yang semalam terperangkap dalam pelukanku.
The Blue
Arsvio | Kyuhyun Cho, Adelynn Lee
“Lee Jonghyun!” Aku mengangkat lightstick setinggi mungkin sembari meneriaki personil CNBLUE favoritku. Senyumnya yang mengembang, kepiawaiannya memainkan gitar, dan antusiasmenya untuk berinteraksi dengan audience membuatku bertambah semangat untuk berjingkrak. “Look Hyun! He’s smiling.” Aku menarik jaket Hyun yang berada di sebelahku saking gemasnya ketika melihat Jonghyun tersenyum.
“Step by step, one two three…” aku ikut menyenandungkan lagu mereka bersama fans lainnya. Kembali berjingkat ketika alunan musik berdentum keras, aku merasakan tangan Hyun menekan puncak kepalaku. “Why?” mendongak ke arahnya, aku hanya menjumpai wajahnya yang tertutup masker menghadap ke panggung.
A Lovely Coincidence [Shot 6]
Mengetuk-ngetukkan pensilku di meja, aku memutar otak untuk memahami buku yang sedang kubaca. Semester pertama kulalui tanpa hambatan berarti dan Januari ini aku akan memasuki semester kedua. Kuputar pergelangan tangan kiriku untuk mengecek waktu. Aku mengerutkan bibir ketika melihat jam digitalku menunjukkan 12.30 pm. Tiga puluh menit lagi, Hyun akan memiliki waktu istirahat. Mengalirkan nafasku dengan desahan cukup kasar, aku bimbang untuk memutuskan apakah akan menemuinya atau tidak.
Sejak Hyun mengajakku berlibur di Korea, sikapnya terhadapku sulit kumengerti. Aku merasa aman ketika dia menggenggam tanganku, merasa terlindungi ketika dia menyelipkan tangannya di pinggangku, dan merasa duniaku terjungkir ketika bibirnya menyapu bibirku. Kutangkup pipiku dengan sebelah tangan saat merasakannya tiba-tiba memanas. Bayangan ciuman terakhir kami di Singapore Flyer terlintas begitu saja di memoriku. Mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajah, aku agak menundukkan kepala agar tidak menarik perhatian sekelilingku karena kemungkinan besar wajahku saat ini memerah.
I’m sorry for making you so curious. I have just finished my poster for ‘A Lovely Coincidence’. It will be updated soon. Maybe, around Sunday.
Kyuhyun Cho:
Lahir pada tanggal 3 Februari 1987, Kyuhyun Cho merupakan putra pertama Jaeshik Cho. Dengan tinggi badan 1,81 meter dan berat 69 kg, Kyuhyun memiliki tipe fisik ideal. Garis rahang yang tegas, hidung mancung, bibir penuh, dan pipi yang sedikit cubby menambah deretan keselarasan fisiknya.
Sifatnya yang dewasa dan penuh tanggung jawab merupakan pesona lain Kyuhyun. Cenderung bersikap antipati terhadap sekeliling, Kyuhyun tidak banyak memiliki sahabat. Perwatakan yang dingin menjadikannya malah dipuja oleh kaum hawa. Meskipun bersikap dewasa, Kyuhyun bisa berubah menjadi sangat kekanakan di suatu waktu. Dan sikap ini hanya ditunjukkan pada orang terkasihnya.
Enter your password to view comments.

















