Keep Crus On You


Keep Crush On You

Author : arsvio

Main cast : Ciera Abigail, Yesung

Genre : Romance, family, friendship

Length : One Shot

Rating : PG-13

Support cast : member Super Junior, Al, Hae Rin, Kwon Yuri, Tuan Atma, Lee Jinki

“Tangkap,” ujar Leetuk sambil melempar sebuah bingkisan kecil. Yesung menangkap kotak tersebut dengan cekatan, “Apa ini hyung?”. “Seperti biasa, dari penggemarmu itu,” jawab Leetuk sambil mengacungkan telunjuknya dan tersenyum.

Yesung hanya menggebungkan pipinya kesal, lalu melempar kotak itu ke sudut ruangan. Beberapa bingkisan yang masih rapi juga teronggok di sana, dia sama sekali tidak berniat membukanya.

“Hya, Hyung, setidaknya hargailah dia,” nasihat Ryeowook yang dari tadi duduk di sofa sebelah Yesung. Bukannya melunak, Yesung malah memberikan tatapan tajamnya pada eternal magnae itu. “OK, terserah kau saja,” Ryewook mengangkat kedua tangannya ke udara.

_Arsvio_

“Daddy, I’m leaving first,” ucap seorang gadis yang berlari kemudian mengecup pipi pria paruh baya yang dipanggilnya daddy. “Honey, be care-,” belum sempat Tuan Atma menyelesaikan kalimatnya, sudah terdengar bunyi bedebam. “Arrghhh…” teriak sang gadis.

Gadis tersebut melewati ruang makan lagi dengan meringis. “Kenapa tidak ada peringatan ‘WET FLOOR’ sih,” ucapnya bersungut-sungut. Tuan Atma hanya tersenyum, “Instead of airport, this’s home, Aby,”. Gadis yang dipanggil Aby semakin memanyunkan bibirnya dan segera beranjak ke lantai dua untuk berganti baju.

“Jae Woon-ssi,” panggil Tuan Atma. “Yes, Sir,” sopir pribadi tersebut mendekati majikannya. “Please, take Aby to campus cause I think she’ll be late, I’ll drive by myself,” perintahnya. Jae Woon hanya mengangguk.

_Arsvio_

Aby berlari-lari kecil menyusuri koridor kampusnya, dia sudah terlambat untuk masuk kelas Algebra. Aby mengatur nafasnya ketika sudah di depan pintu kelas, dia kemudian mengetuk pintu kelas pelan, dan memutar kenop. Aby masuk dengan perlahan agar tidak mengganggu jalannya perkuliahan. Dia memelankan langkahnya –mengendap-endap tepatnya-, menuju bangku belakang.

“CIERA ABIGAIL,” teriak sang dosen. Aby memutar tubuhnya menghadap depan, “Yes, Sir. Sorry,”. “This’s the third time, you came late to my class,” ucap Prof. Shim. Aby semakin menundukkan kepalanya. “Come here and solve this problem,” ucap sang professor sambil menyodorkan markernya.

Aby berjalan ke depan –masih lengkap dengan tasnya-, menerima marker tersebut, dan mulai bergulat dengan soal di whiteboard. Lima menit kemudian, “I’m done, Prof,” Aby menyerahkan kembali marker dan berjalan ke tempat duduk.

Prof. Shim mengoreksi pekerjaan Aby dan tersenyum tipis. “At always, you’re smart but lazy,” kata sang professor. Aby meniup poninya kesal, “…and careless, kalau Dad di sini, pasti itu kata lanjutannya,”. “Come to my office after this class, Aby,” lanjut sang dosen.

_Arsvio_

“MWO??” teriak Yesung. “Andwe, hyung. Suruh Wookie, Donghae, Kyu, Sungmin, atau siapa sajalah,” lanjutnya. “Ya, Yesung-ie, mereka sudah ada jadwal. Lagipula kau kan yang biasa menggantikan Eunhyuk,” protes sang leader. Yesung mengacak rambutnya frustasi, “Besok adakan audisi mencari member ke-14 saja hyung,”. “YAAaa-,” teriak Leetuk tak mau kalah.

_Arsvio_

Aby keluar dari ruangan Prof. Shim dengan wajah seriusnya. Dia berjalan sambil terus berpikir, sampai menabrak seseorang dan terhempas jatuh. “Auww,” pekiknya, “Mianhata, agashi. Jeongmal mianhata,” ucap Aby. Lelaki yang ditabrak mengulurkan tangannya berniat membantu Aby berdiri. Aby membungkukkan badannya sekali lagi untuk meminta maaf.

Lelaki itu mengamati Aby, “Kau bukan orang Korean?”. Aby mendongakkan kepalanya, “Ah, ne,”. Lelaki itu malah tertawa tertahan, “Pantas saja logat bahasamu terdengar aneh,”. Aby memberangut.

Lelaki tersebut mengulurkan tangannya, “Lee Jinki-imida,”. Aby menjabat tangan Jinki, “Ciera Abigail,”. Sejenak Aby terpesona dengan senyum milik lelaki yang baru dikenalnya.

Jinki terlihat berpikir sejenak, “Kau-,” tunjuknya pada Aby. “Aku seperti tidak asing dengan namamu, tapi siapa?” Jinki menaruh tangannya di dagu untuk berpikir lagi. Aby merasa bingung juga, karena dia merasa baru pertama kali bertemu dengan Jinki. “Ah,” ucap Jinki tiba-tiba yang mengagetkan Aby.

“Kau salah satu mahasiswa yang ditunjuk Prof. Shim untuk proyek nuklir itu, benar kan? Aku juga salah satunya. Namamu asing di daftar itu, jadi aku sedikit mengingatnya,” cerocos Jinki.

Aby mengangguk-angguk mendengarnya. “Aku dari teknik kimia, sedangkan kau?”. “Umm, math,” jawab Aby singkat. Baru Jinki akan meneruskan obrolannya, seseorang telah berteriak dahulu, “ABYYYY…”.

Hae Rin merangkul pundak Aby dan masih tersengal-sengal mengatur nafasnya. “Good news for you, honey,” ucapnya kemudian. “Kajja,” Hae Rin menarik Aby tanpa memperdulikan Jinki. “See you next, ABY,” teriak Jinki. Aby menoleh sebentar dan tersenyum.

_Arsvio_

Aby mengutak-atik ponsel Nokia touch screen milikinya. Dia mengoyang-goyangkan kakinya untuk mengusir penat. Mulutnya bersenandung menyanyikan lagu yang didengar lewat earphone yang tertancap di ponselnya. Wajahnya berubah sangat sumringah melihat seorang lelaki keluar dari sebuah ruangan.

Lelaki itu mengedarkan pandangannya dan menepuk jidatnya ketika melihat Aby dengan senyum lebarnya. “Hyung, bisakah kau sihir aku sehingga tidak terlihat,” ucapnya pada teman di dekatnya. Temannya hanya terkekeh, bukannya membantu, namun malah menarik lelaki itu dan mendorongnya. “ABY, HERE HE IS,” teriaknya kemudian.

_Arsvio_

Yesung berjalan dengan bibir manyunnya, dia berusaha tidak mengacuhkan gadis di sampingnya yang terus mengoceh. Dia menggembungkan pipi cubby-nya dan menghela nafas berulang kali untuk mereda kesal di hati.

“HENTIKAN!” bentak Yesung saat pada batas kesalnya. Gadis itu tertegun sebentar karena bentakan Yesung dan malah tersenyum. “Are you speaking to me?” tunjuk sang gadis pada dirinya sendiri. Gadis itu meloncat-loncat kecil sedangkan Yesung tambah memberangut.

Gadis tersebut masih melompat-lompat girang sampai kakinya terkilir sendiri. Dan Brukk. Tubuh mungilnya mendarat mulus di aspal. “Auw,” pekiknya.

“Lihat?” ucap Yesung dengan memberikan tatapan sinis. Gadis itu meringis,, bangkit dari jatuhnya, tapi kemudian tersenyum. “It’s OK. Carefull,” ucapnya pada diri sendiri.

“Apakah gadis ini gila,” gumam Yesung yang memandang horror pada gadis di hadapnya. Yesung melangkah menghampiri gadis tersebut. “HEY, apakah kalau aku mengambil ini, kau akan pergi?” dia mengambil kotak makanan dari tangan sang gadis.

Gadis itu berpikir sejenak dengan raut manisnya. “Tentu, malam ini aku hanya menyerahkan itu,” tunjuk sang gadis pada kotak makanan bewarna ungu yang kini telah berpindah tangan. “ABY!” bentak Yesung untuk kedua kalinya, “Tidak ada malam yang lain. Ini yang terakhir,”.

Aby, gadis yang dibentak, melongo menatap Yesung. “Kau baru saja memanggil namaku, Oppa. KYAAA…” Aby kembali berjingkrak kecil saking gembiranya. Aby mengangkat kedua tangannya ke udara.

Yesung mensedekapkan tangannya dan menatap tajam Aby. Mengapa ada wanita yang se-frontal ini mengungkapkan ekspresinya, bahkan wanita ini tidak menjaga image ketika berada di hadap biasnya. “Hei, jangan menatapku seperti itu. Ini pertama kalinya Oppa memanggil namaku,” bela Aby.

Yesung mengacak rambutnya kesal, “Pulanglah dan jangan kemari lagi,”. Aby sedikit memanyunkan bibirnya, “Baiklah. Ini memang sudah malam. Night, Oppa,”. Aby melambaikan tangannya dan berjalan menjauh. Yesung menatap tak percaya pada Aby yang kian menjauh. “Gadis itu benar-benar…”.

_Arsvio_

Yesung memandangi foto yang berbingkai indah di depannya. Kilasan-kilasan memori melintas di benaknya. Rasa bahagia dan perih bergemuruh di dadanya menjadikan bulir air mata menyembul di sudut matanya.

“Perlahan, sembuhkanlah lukamu. Aku tahu tidak mungkin melupakannya,” Leetuk menepuk pundak Yesung pelan. Yesung membesut air matanya dengan jarinya ketika menyadari kehadiran hyung-nya. “Dia yang meninggalkanku, tapi kenapa bahkan membencinya pun aku tak bisa,” ucapnya dingin.

“Sudahlah, suatu hari nanti akan ada yang menggantikan kedudukannya di hatimu,” nasihat Leetuk. Yesung hanya mengangguk pelan. “Hei, ngomong-ngomong bagaimana kencan kilasmu dengan Aby,” Leetuk mulai jahil.

“HYUUNG, jangan meninggalkanku seperti tadi. Dia itu gadis gila, hyung. Apa dia tidak punya malu terus-terusan menggangguku, huh,” sungut Yesung. Leetuk hanya terkekeh, “Kurasa Aby bisa menjadi kandidat kuat untuk berada di hatimu,”. Yesung menggelengkan kepalanya, “Dia hanya seorang cloud yang GILA,”

_Arsvio_

16 September 2011, 04.00 pm, at concert

Aby menonton konser Super Junior untuk album 5jib-nya. Dia menunggu Yesung di pintu keluar bagian belakang sampai selesai konser. Dan seperti biasa, Aby akan menempel pada lelaki itu sampai dia terusir.

24 September 2011, 09.00 pm, at Radio station

Aby menyuapkan dengan paksa makanan ke mulut Yesung. “Makan yang banyak Oppa,” sahutnya. Yesung dengan mulut penuh makanan, menatap tajam gadis itu, seperti biasanya.

30 September 2011, 11.00 pm, at privat TV station

Yesung menjadi bintang tamu suatu acara interview. Aby berada di bangku penonton dengan senyum lebarnya, sedangkan Yesung memegangi dahinya dan mengelusnya.

5 Oktober 2011, 08.00 pm, at parking lot

Jeprett…kilasan lampu blitz sebuah kamera mengenai Yesung. Dia mendelik pada Aby yang malah nyengir puas dengan hasil jepretannya.

_Arsvio_

Yesung membelalakan matanya ketika memasuki dapur apartemen SuJu. Buru-buru dia membalikkan badan sebelum kedua orang yang tengah asyik di dapur itu menyadari keberadaannya.

“Lain kali lebih berhati-hati,” ujar Ryeowook sambil meniup-niup jari Aby. “Thanks a lot, Oppa and Sorry. Bukannya membantu, aku malah merepotkanmu,”. Ryeowook hanya tersenyum lalu mengacak pelan rambut Aby.

Yesung yang berdiri di ambang pintu melihat keakraban keduanya dengan pandangan menelisik. “Apa-apaan mereka itu, tidak di dapur, di ruang santai pun bermesraan,” gumamnya.

Yesung beranjak dari tempatnya, namun langkahnya tertahan karena mendengar ucapan Ryeowook. “Sebegitu sukakah kau pada Yesung hyung? Sampai kau rela tanganmu penuh band aid hanya untuk membantuku menyiapkan makanan untuknya dan member lain,”.

Yesung menajamkan pendengarannya ingin tahu jawaban Aby. Rasa penasaran menggerogoti relung hatinya. “Yes I do. I love him as his fans,” suara Aby. Yesung menggembungkan pipinya kesal setelahnya.

“Hanya sebatas fans? Tidak lebih?” suara Ryeowook lagi. “He’s a superstar and I’m just ordinary girl. Dia mau melihatku saja, aku sudah sangat senang. Tapi, menyimpan sedikit perasaan untuknya tidak akan apa-apa kan, Oppa?” terang Aby. Setelah itu hanya terdengar tawa ringan dari Ryeowook. Yesung pun ikut tersenyum tipis.

Beberapa member telah berkumpul di meja makan, hanya ada Ryeowook, Yesung, Leetuk, Kyuhyun, dan Donghae. Member SuJu melahap makanannya dengan cepat sedangkan Aby hanya memandang makanan di depannya.

Aby menyuapkan makanan ke mulutnya lalu menegak minuman untuk menggelontorkan makanannya masuk kerongkongan. Gadis keturunan darah Indonesia ini tidak menyukai masakan korea. Namun, untuk menghormati yang lain dia terpaksa memakannya.

Yesung melihat gelagat Aby. “Whoa aku masih lapar, sini bagianmu,” ucapnya seraya menyumpit lauk dari mangkuk Aby. “Hyung, kau kan bisa makan yang itu,” teriak Ryeowook kemudian. “Ah, it’s OK, Oppa,” bela Aby yang merasa terselamatkan.

Beberapa waktu terlewatkan di dorm Suju dengan candaan member dengan Aby dan muka masam Yesung. “Ah, ini sudah malam, aku pulang dulu, Oppadeul,” pamit Aby. Semua pandangan tertuju pada Aby.

Para member mengantar Aby di depan pintu. “Kau naik apa, Aby?” tanya Donghae. “Tentu saja naik bus, Oppa” jawab Aby sambil memakai sepatunya.

Yesung tertawa meremehkan, “Jadi, tuan putri ini masih bersedia menggunakan fasilitas umum. Mana sopir pribadimu?”. Member lain mengarahkan sorot mata diam-kau pada Yesung yang ditanggapi cuek olehnya.

Aby hanya tersenyum, “Aku mana punya sopir pribadi, Oppa,”. Donghae membalas senyum Aby. “Ah, kalau begitu, izinkan aku menjaadi sopir pribadimu malam ini, Miss,” tawar Donghae.

Aby mengibas-ngibaskan tangannya, “Tak perlu, Oppa. Itu sangat merepotkanmu,”. Donghae terkekeh pelan melihat tingkah Aby, mengingatkan pada seseorang. “Tentu saja tidak. Anything for you, sweet ELF,” rayu Donghae.

Yesung segera menyambar kunci mobilnya, merasa pengang mendengar rayuan salah sau dongsaengnya tersebut. “Biar aku yang mengembalikan pengganggu kecil ini,” ucapnya seraya menarik lengan Aby.

“Bye, Oppa,” Aby melambaikan tangan pada yang lain sebelum dirinya menghilang di balik pintu. Sepeninggalan Yesung, Leetuk tersenyum tipis penuh arti, sedangkan Donghae sedikit kecewa karena kesempatannya hilang.

_Arsvio_

Yesung duduk dengan wajah masamnya di ruang make up artist. Dia terlihat sungguh frustasi atas sesuatu. Yesung melirik ke sebelah karena merasakan seseorang menyenggol lengannya. “Ini, dari gadis mengagumkan itu,” Wookie menyodorkan sebuah kotak makanan. Yesung menghela nafas dan mengambil kotak tersebut dari tangan Wookie.

Yesung mengambil amplop yang direkatkan di tutup kotak makan tersebut dan membukanya. Dua foto dirinya. Satu foto dengan wajah cemberutnya dan yang lain dengan wajah penuh senyumnya.

Dia membaca note di foto pertama, ‘I’m sure, at now, your face is like this’. Kemudian membaca note di foto kedua, ‘Be strong Oppa. Your fans don’t leave you just because a little mistake you did at that performance’. Yesung mendengus pelan, “Bahkan dia menyadari kesalahanku di panggung tadi,”.

Yesung membuka kotak makanan itu, tidak seperti biasanya, kali ini senyum tipis terukir di wajahnya. Makan malam berupa nasi namun telas dihias sedemikian sehingga menyerupai wajah yang sedang tersenyum. Otaknya memutar memori ketika Aby berkunjung ke dorm SuJu.

Flasback

“Do you miss her?” tanya Aby yang tiba-tiba datang dari belakang. Yesung tersentak pelan dan buru-buru memasukkan foto yang dipandanginya ke dalam dompetnya. “Sedang apa kau di sini?” tanyanya dengan nada sinis.

Aby hanya memamerkan senyum lebarnya, “Of course to meet you, Oppa,”. Yesung mendengus kesal, “Ya, bisakah kau tidak menggangguku? Bisakah kau berhenti mengikutiku? Dan bisakah kau berhenti menjadi seorang cloud?”. Raut muka Aby berubah seketika.

Yesung menyadarinya kemudian menyenggol lengan Aby, “Yaa…”. Aby menatap Yesung kembali. “Jawabannya tidak, tidak, dan tidak,” Aby kembali tersenyum manis. Yesung tampak kesal dengan jawaban itu lalu memalingkan muka.

“Aku juga merindukannya,” ucap Aby kemudian. Yesung memalingkan wajahnya pada Aby lagi untuk meminta penjelasan. Merasa penasaran dengan perkataan Aby.

“Mommy. Dia mempunyai suara yang sangat indah ketika menyanyikan lagu a whole new world sebagai pengantar tidurku. Like you Oppa, have a magnificent voice. So, when I miss her, I’ll listen the song that you sing or meet you. Itu mengapa aku tidak bisa berhenti menjadi Cloud. Kumohon, jangan suruh aku berhenti karena dengan begitu aku bisa mengenang Mommy,” jawab Aby panjang lebar.

Setetes air mata tersembul dari sudut mata Aby, namun dengan segera Aby mengusapnya. Terbesit perasaan bersalah di hati Yesung, namun bukannya kata simpati yang keluar dari mulutnya, malahan suatu gumaman tak jelas.

End flashback

Yesung kemudian mencari HP-nya dan men-search suatu lirik lagu.

_Arsvio_

“SELESAIIiii…” gemuruh suara kru dan member SuJu mengakhiri konser live di panggung terbuka di suatu area taman. Yesung menekuk lehernya ke kanan dan ke kiri untuk menghilangkan lelah.

Kyu menepuk lengan hyung-nya tersebut, “Waktunya fan service, hyung,”. Kyu mengedikkan kepalanya, Yesung mengikuti arah yang ditunjukkan Kyuhyun lalu mendesah pelan.

“Stop di tempatmu,” Yesung berdiri yang mengulurkan tangannya ke depan. Aby berhenti mendadak dari lari-lari kecilnya, 2 meter di depan Yesung. “Nyalakan Bluetooth ponselmu,” perintah Yesung. Aby memiringkan kepalanya, heran. “Palliwa, atau kau menyesal,”.

Aby menuruti perintah Yesung dan mem-pairing ponselnya dengan ponsel Yesung. Suatu tone masuk ke ponselnya. “A Whole new world_Yesung,” Aby membaca judul lagu yang dikirim Yesung.

“Itu tanda terima kasihku atas makan malammu kemarin,”. Aby berjingkrak riang dan tersenyum, “Gamsahamnnida, Oppa,”. Tak terasa, senyum terukir di bibir Yesung karena melihat tingkah Aby.

Tiba-tiba air muka Yesung berubah menjadi dingin. “Oh, Yesung-ssi. Annyeong,” ucap seorang gadis cantik yang menggandeng lengan kekasihnya. “Bagaimana kabarmu? Kudengar Super Junior baru saja mengadakan konser di sini,” ramah sang gadis.

Yesung menatap genggaman tangan sang gadis pada kekasihnya dan menyeringai. “Kabarku sangat baik, Yuri-ssi. Benar, SuJu baru sibuk dengan album kelima kami,” jawab Yesung dengan nada dinginnya.

“Chukae, oya kenalkan ini Jae Hyun, tunanganku,” ucap Yuri. Yesung terlihat menahan amarahnya, namun dia tetap menyambut tangan Jae Hyun yang telah terulur. Tiba-tiba Yesung menarik Aby mendekat, “Dan kenalkan dia gadisku,”.

Aby menatap Yesung dengan penuh tanya, dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Yuri. Sejenak kemudian, Aby mengenali sosok gadis itu, gadis di foto yang Yesung simpan. Aby mencoba tersenyum, “Hi. I’m Ciera Abigail,”. “Kwon Yuri-imida,” Yuri menjabat tangan Aby.

“Kau bukan Korean?” tanya Yuri. “Tentu bukan, sudah jelas terlihat dari wajah manis orientalnya yang bukan rekaan medis. Dia putri dubes Indonesia dan sekarang sedang menyelesaikan studi math-nya di Seoul University,” pamer Yesung.

Yuri hanya tersenyum kecut, “Ya, gadismu mengagumkan,”. Aby hanya mengerutkan dahinya melihat perang dingin tersebut.

_Arsvio_

Yesung menarik tangan Aby kasar dan menyeretnya. Aby hanya terus mensejajarkan langkahnya dengan Yesung. Dia tahu benar suasana hati idolanya tersebut. Yesung membuka pintu mobil miliknya dan mendorong pelan Aby, “Masuk,” perintahnya.

Selama perjalanan Aby memilih diam dan menggenggam erat seatbealt-nya. Yesung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dan kini mobilnya telah masuk di basement suatu apartemen. Dia keluar dari bangku kemudi, begitu pula Aby. Yesung menarik kembali Aby.

Yesung menghempaskan badannya di sofa ruang santai apartemen Suju, tangan kanannya masih mencengkeram pergelangan tangan Aby. Dia menyentakkan pelan tangan Aby untuk mengisyaratkan duduk. Yesung menyandarkan punggung dan kepalanyanya pada sandaran sofa, matanya memejam. Beberapa menit berlalu dan Yesung bergeming dengan posisinya.

“Oppa, are you OK?” Aby memberanikan diri bertanya. Yesung hanya membuka matanya tanpa mengubah posisi duduknya. “Kurasa, Oppa hanya butuh waktu. Memang sangat tidak mungkin melupakan suatu kenangan karena mereka adalah bagian dari hidup kita. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku yakin Oppa akan tersenyum mengingat kenangan-kenangan itu sekalipun menyakitkan,”.

Yesung menoleh menatap Aby, perasaan hangat menyeruak di hatinya. “Hmm, gomawoyo untuk hari ini dan maaf atas perlakuanku tadi. Aku hanya kalut,” terangnya. Sedikit menyesal karena membawa Aby dalam masalahnya.

Aby tersenyum, “Jadi bisakah kau lepaskan genggamanmu? Aku ingin ke belakang,”. “Ugh,” Yesung terkejut salah tingkah lalu melepas tangan Aby.

_Arsvio_

“Aby di sini?” tanya Leetuk yang baru masuk ke ruang santai. “Yeah,” jawab Yesung asal. “Wah, jadi benar dia kandidatnya. Lalu sampai mana hubungan kalian?” tanya sang leader. Yesung kembali kesal karena digoda demikian, dia melemparkan bantal sofa ke arah Leetuk.

Leetuk hanya terkekeh, “Sepertinya, kau benar menyukainya,”. Yesung mendelik ke arah Leetuk, “Berikan satu alasan kenapa aku harus menyukainya, hyung? Dia hanya seorang cloud. Dia kekanakan, ceroboh, dan cerewet. Lalu apa yang harus ku suka darinya?” Yesung mengatakannya dengan wajah datar.

Hatinya masih terluka karena gadis yang bernama Yuri. Perasaannya bercampur tak menentu. Antara perih karena Yuri dan lega karena mendapati seorang yang mensupportnya.

“Tapi, Aby sangat manis dengan keceriaannya. Oya, aku tadi juga melihat Yuri,” ucap Leetuk memelankan kata terakhir. Amarah Yesung tersulut lagi karena mendengar nama itu. sebuah nama yang sedang tidak ingin didengarnya.

“Manis? Aby? Kau tidak rabun kan, Hyung? Cih, pasti itu hanya kamuflasenya saja. Jangan tertipu dengan wajahnya yang manisnya. Dia akan menusukmu dari belakang ketika kau lengah,” ucapan yang sebenarnya bukan tertuju untuk Aby, namun untuk seorang gadis yang telah meninggalkannya.

“Yesung-ie, jaga uca-,” kalimat Leetuk menggantung melihat gadis yang berdiri di ambang pintu. “Aby?” lirih sang leader.

“Ah, Leetuk-ssi. Aku mohon pamit,” Aby membungkukan badan dan berlari. Tapi, Leetuk terlanjur melihat genangan air mata di mata bulat Aby. “Kejar dia Sung-ie. Ucapanmu sudah keterlaluan,”.

Alih-alih berdiri, Yesung hanya membuang mukanya dan tangannya sudah terkepal sempurna. Hanya sakit yang dirasakannya, dia tahu benar bahwa sakit di hatinya bukan saja karna Yuri, namun juga dengan ucapannya tadi.

_Arsvio_

Sudah dua minggu terakhir Aby tidak muncul di hadapan Yesung. Hari ini, Yesung kembali menggantikan Eunhyuk untuk on air. Pukul 10.00 malam acaranya telah selesai. Yesung berjalan beriringan dengan Leetuk. Langkahnya terhenti seketika, dia menatap kursi kosong di ruang tunggu.

Leetuk merangkul Yesung untuk menyadarkan dari lamunannya. “Ini sudah kesekian kalinya kau menatap kursi kosong, sudut ruangan, bangku penonton hanya untuk menemukannya. Kau merindukannya, Yesung-ie. Cari dan temuilah dia,” ucap Leetuk yang mengeratkan rangkulannya.

Yesung hanya mengangkat sudut bibirnya membentuk seringaian. “Tidak. Mana mungkin aku merindukan penganggu kecil itu,” Yesung tertawa hambar, “Benarkan Hyung?”. Dan akhirnya malah merasakan kekosongan di hatinya.

Leetuk hanya mengeleng-gelengkan kepalanya. Dia tahu benar kalau dongsaengnya tersebut benar-benar merindukan Aby. Tapi, selalu saja pengingkaran yang keluar dari mulutnya.

_Arsvio_

Member Super Junior melenggang masuk ke bandara Incheon. Mereka mengadakan perjalanan promo album 5jib ke China. Yesung tampak gusar dan terus mengecek ponselnya. Seharusnya dia bisa langsung menekan ‘call’ untuk nama kontak seorang gadis, tapi kali ini terasa berat. “Telpon saja hyung. Kau tahu, aku sudah susah payah mendapatkan nomornya,” ucap Kyu.

“AAALLLL…” teriak seorang gadis. Sontak Yesung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara yang tidak asing di telinganya. Tubuhnya menegang melihat sosok gadis yang berjarak hanya 7 meter dari posisi berdirinya. Gadis yang dirindunya, walaupun dirinya tak mengakui rasa itu. “Aby,” desisnya.

Baru saja Yesung akan mendekati Aby, namun pemandangan yang dilihatnya menghentikan langkahnya seketika. Aby tengah memeluk lelaki yang baru keluar dari gerbang kedatangan internasional.

Tangan Yesung menggenggam dan meremas ponselnya, tak peduli apakah ponselnya akan hancur. Rahangnya terkatup sempurna menyaksikan pemandangan di depannya.

“Wah kedahuluan. Kau tak punya hak marah, hyung,” Kyu menepuk pelan pundak Yesung. “Diam kau magnae atau kau akan melihat PSP mu di pembuangan sampah besok,” ancam Yesung. Kyuhyun mengangkat bahunya, “OK, as you wish,”.

_Arsvio_

Yesung melakukan aktivitas promonya di China selama seminggu. Dan selama itu pula dirinya uring-uringan. Dia tetap menjaga profesionalitas ketika di panggung, namun di luar panggung dirinya sungguh berantakan. Perasaan bersalah, sakit, kecewa berkecamuk di hatinya.

_Arsvio_

Yesung berlari kecil di koridor kampus. Dia baru saja menginjakkan kaki di Negara kelahirannya dan langsung menuju Seoul University untuk memastikan sesuatu. Yesung berhenti untuk mengatur nafas, dia mengedarkan pandangannya ke area kampus.

“OMO! Kau Yesung Suju kan?” kejut seorang gadis. Yesung hanya mengangguk dan tersenyum kecil. “Ah, agashi, apakah aku bisa bertanya padamu?” Yesung menghampiri gadis tersebut.

“Umm, apakah kau mengenal Ciera Abigail?”. “OMO! Kau ke sini untuk mencari Aby?” gadis tersebut terkejut untuk kedua kalinya. Bukannya menjawab pertanyaan, gadis itu malah mengecek arlojinya. “Kau terlambat. Pesawat yang ditumpangi Aby take off satu jam yang lalu,”.

_Arsvio_

Yesung kembali ke apartemen dengan langkah terseok-seok. Pupus sudah harapan untuk menemui gadis yang dirindunya. Penjelasan dari Hae Rin masih terngiang-ngiang di telinganya, ‘Aby pergi ke Jepang untuk sebuah proyek penelitian lanjut tentang kebocoran nuklir. Dia beserta kelima anggota tim berada di Jepang untuk 3 bulan,’.

Yesung membaringkan tubuhnya ke ranjangnya. Punggung tangannya menutupi wajahnya. Cukup lama dia berdiam dalam posisi itu sampai dia teringat sesuatu lalu terbangun dan menuju ke sudut ruangan.

Yesung menatap bingkisan-bingkisan kado dari Aby yang belum pernah dibukanya. Dia mengambil salah satu kotak dan membukanya. Sebuah sarung tangan merah beserta sepatah kata penyemangat dari Aby, membuatnya tersenyum getir. Satu persatu kado tersebut dibukanya, semakin banyak kado yang terbuka, semakin bergetar bahunya menahan tangis.

Pertahanannya runtuh juga, tangisnya pecah. Seseorang tanpa disadarinya telah merengkuh bahunya, menenangkannya. Yesung memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. “Apa yang harus kulakukan, Hyung,” ucapnya di sela tangis.

Ketakutan melandanya kembali. Ketakutan bahwa Aby telah menjadi milik orang lain, mengingat betapa mesranya Aby memeluk seorang pria di bandara kala itu. ketakutan bahwa dirinya tidak lagi mempunyai kesempatan untuk meminta maaf.

_Arsvio_

3 months later…

Sebuah mobil sport putih terpakir di parking lot kampus ternama. Sang pemilik masih bergeming di belakang kemudinya sambil beberapa kali mengecek ponselnya. Dia melongokkan kepalanya ke depan dan mengedarkan pandangannya. “Jangan-jangan dia belum pulang. Huh, sia-sia aku ke sini,” gerutunya. Matanya membulat ketika melihat sosok gadis yang dicarinya. Dia segera keluar dari mobilnya dan mengikuti gadis tersebut.

Yesung berjalan menjaga jarak di belakang Aby. Dia menikmati melihat sosok gadis tersebut dari belakang. Melarutkan sedikit rindunya dengan memandang lekat Aby, meski dari belakang. Sampai suara sapaan mengagetkannya sekaligus Aby.

“Hi, Sweetie. Jadi, kapan perhitungan rumit itu bisa kau selesaikan?” tanya sang lelaki yang menghampiri Aby. “Secepatnya Jinki-ssi. Aku akan menyerahkannya padamu setelah selesai untuk kau analisis,” jawab Aby.

Yesung mengerutkan alisnya mendapati pemandangan di depannya. Matanya membulat ketika dilihatnya Jinki yang merapikan poni Aby. Hal yang tidak pernah dilakukannya pada Aby. Yesung menggepalkan tangannya dan meninju udara.

“Huh, mudah sekali baginya mendapatkan pengganti. Setelah menjungkir balikkan duniaku, jadi ini yang kudapat. Percuma aku ingin minta maaf,” cerocosnya pada diri sendiri. Yesung berbalik dan meninggalkan Aby tanpa menemuinya.

_Arsvio_

Super Junior K.R.Y diundang untuk mengisi sebuah pesta perayaan di kantor kedutaan RI. Ketiga personil telah siap di panggung mini untuk membawakan lagu melankolis. Kyuhyun dan Ryewook menyelesaikan bagiannya dengan memukau.

Giliran Yesung menyanyikan bagiannya, awalnya dia melantunkan dengan apik, sampai pandangannya tertuju pada seorang gadis dan lelaki yang berjalan beriringan. Yesung mulai salah melafalkan lirik lagunya, Kyuhyun yang menyadari keadaan, segera mem-back up bagian Yesung.

Usai membawakan dua lagu, ketiga personil turun. Tatapan Yesung masih tertuju pada gadis cantik, bergaun violet selutut tanpa lengan, yang kini sendiri tengah menegak minumannya. Lelaki yang datang bersama gadis tersebut terlihat sedang berbincang dengan Tuan Atma dan tamu lainya.

“Temuilah dia. Sudah tiga bulan ini aku melihatmu seperti mayat hidup, Hyung,” ujar Kyu yang langsung disambut tatapan maut Yesung. “Hah, kau ini benar-benar, hyung,” lanjut Kyu. “Jaga bicaramu, aku ini hyungmu,” geram Yesung.

Beberapa kali pandangan Yesung bersiborok dengan Aby, namun sekian kali juga Aby memalingkan pandangannya ke arah lain. Yesung semakin memantapkan hatinya untuk berbicara pada Aby. Apa pun keputusannya, setidaknya dia tidak ingin menggantung perasaannya sendiri.

Baru beberapa langkah, seorang lelaki sudah lebih dahulu menyapa Aby. Yesung mengenalinya sebagai Jinki, teman – atau mungkin lebih-, Aby. Mereka terlihat sangat akrab. Beberapa kali Yesung melihat Jinki menepuk ringan kepala Aby.

Dan pandangan itu benar-benar membuatnya sesak. Ingin rasanya dia menghampiri Aby dan menyingkirkan tangan Jinki dari gadis tersebut. Yesung menangkap dari ekor matanya, Aby yang keluar ruangan. Tanpa berpikir panjang, dia mengikutinya.

_Arsvio_

“Wah, sekarang kau menemukan idola baru yang menyanyikan lagu a whole new world untukmu?” dengan nada sarkartis, Yesung sengaja mengeraskan suaranya ketika keberadaannya hanya terpaut beberapa langkah dari Aby.

Sedikit Yesung merutuki kata-katanya. Mungkin karena kesalnya sudah mencapai ubun-ubun sehingga dia mengucapkan kata-kata dingin tersebut.

Aby sangat hafal dengan pemilik tipe suara yang didengarnya. Sedikit terlonjak kaget mendapati suara tersebut kembali memantul di gendang telinganya. Aby memutar tubuhnya perlahan menghadap Yesung.

“Apakah begini gaya menyapa seorang idola?” hatinya merasa risih dengan perkataan Yesung. “Tsk. Aku tak perlu menyapa seorang gadis yang hanya menggunakan parasnya untuk memikat lelaki,” lagi-lagi kata kasar yang terlontar dari mulut Yesung.

Emosi Aby siap meluap, bukannya berteriak memaki, melainkan air matanya yang telah menggenang di sudut matanya. “ Apa salahku sehingga kau selalu mengatakan hal sekejam itu, empat bulan lalu dan sekarang saat pertama bertemu? Kau menjadikanku lelucon di depan Yuri-ssi, aku tak marah. Kau selalu mengabaikanku, aku tak berhenti menyukaimu. Tapi, kenapa kau tidak pernah berpikir sedikit saja untuk menghargai persaan orang lain,” jeda Aby untuk mengatur emosinya.

“Aku akan berhenti menjadi cloud jika itu yang kau inginkan,” lanjut Aby dengan geram. Aby membalikkan badannya bersiap untuk pergi tanpa menunggu jawaban Yesung. Sungguh dia tak akan mampu menampung reaksi Yesung kemudian.

Mimik wajah Yesung berubah melunak. Hatinya terasa perih atas setiap ucapan Aby. Dia sangat tahu siapa yang bersalah, tapi kenapa hanya mengucapkan kata maaf saja bibirnya merasa kelu. Ini kedua kalinya dia melihat Aby tersakiti oleh kata-katanya. Tidak, tidak seperti ini akhir yang dia inginkan.

Yesung berlari mengejar Aby. Dan GREP. Sebuah tangan kokoh telah melingkar di perut Aby. Yesung memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya di pundak Aby.

“Yesung-ssi, what’re you doing?” Aby berusaha melepas pelukan lelaki tersebut. Namun, bukannya melepaskan, Yesung semakin mengeratkan pelukannya. “OPPA! Kau memanggilku dengan kata itu, bukan –ssi,” ucapnya dengan nada bergetar.

“Mianhe, jeongmal mianhe, karna kata-kata yang terlontar dari mulutku selalu menyakitimu. Dan aku harus menahan perih karena melihatmu terluka,” Yesung masih bergeming dengan pelukannya. “Aku tak peduli jika harus memohon. Kumohon kembalilah, jangan berhenti menyukaiku, jangan abaikan aku, dan jangan meninggalkanku sepertinya. Jeongmal bogosipo,”.

Air mata yang tadi hanya menggenang, sekarang telah menganak sungai di pipi Aby. Mendapati segala kegalauan hatinya selama sebulan lenyap karena ucapan Yesung. Dia menggenggam tangan Yesung yang memeluknya.

Beberapa menit berlalu, Yesung menikmati merasakan Aby dalam peluknya. Membiarkan wangi gadis itu mengisi rongga paru-parunya. Dan membiarkan kerinduannya terobati. Yesung melonggarkan pelukannya dan memutar tubuh Aby untuk menghadapnya.

Yesung mengangkat dagu Aby agar dia dapat melihat mata yang selalu dirindunya. Masih tidak rela untuk melepaskan pelukannya. Dengan sebelah tangannya, dia menghapus sisa-sisa air mata yang merusak binar indah mata yang dikaguminya.

“Bisakah? Aku mendapat kesempatan kedua, Aby?” tanyanya. Aby menatap lekat kedua mata Yesung yang menyorotkan ketulusan. Sejurus kemudian, Aby mengangguk karena dalam hatinya pun dia merindukan sosok lelaki di hadapnya.

Kelegaan terpancar dari wajah Yesung, “Gomawo,”. Yesung merengkuh kembali Aby dalam dekapannya. Dia mengecup lembut kening Aby cukup lama. Dan mengeratkan pelukannya saat dirasakan Aby membalas pelukannya.

_Arsvio_#

Keduanya berada di balkon kantor kedubes RI untuk Korea. “Lalu, siapa yang kau pilih? Kau memperoleh kesempatan langka untuk menjadi yeojacingu seorang superstar,”. Aby mengerutkan keningnya, “What thing do I have to choose?”.

Yesung memandang heran pada Aby kemudian menghela nafas pelan. “Lelaki yang di bandara Incheon, lelaki yang bercanda denganmu tadi, atau aku,” Yesung menunjuk dirinya sendiri. “Semuanya,” jawab Aby.

“YAAaa, kau, beraninya,” teriak Yesung. “Pertama, lelaki yang di bandara Incheon itu adalah Kak Al, dia kakak kandungku. Kedua, Lelaki yang bercanda denganku tadi adalah Lee Jinki dia teman satu tim penelitianku. Dan ketiga, lelaki di sampingku sekarang adalah Yesung Oppa, dia adalah namjacinguku. Jadi kenapa aku harus memilih,” terang Aby.

Yesung menepuk jidatnya, “Jadi aku cemburu dengan kakak kandungnya sendiri. Aku menghabiskan tenaga hanya untuk sesuatu yang tidak penting?”. Nada bicaranya tak percaya. Aby yang merasa keberadaannya terancam, mengambil langkah mundur perlahan lalu berlari kecil. “YAAA CIERA ABIGAIL. JANGAN LARI KAU,”. Yesung mengejar Aby dengan senyum tipis yang terulas, “I Love You, my cloud,”.

Merindu seseorang hingga kau meneteskan air mata, maka dengan mendengar suaranya kau akan menyadari eksistensinya. Menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu. Menyadari bahwa dialah penggenggam hatimu. Maka katakanlah rindu pada orang yang kau rindukan”

(@Arsvio)

END.

44 thoughts on “Keep Crus On You

  1. Ah…yesung fans namanya cloud.baru tahu.gitu tu..kalo g kelihatan bentar baru terasa kehilangan ah…cinta emang rumit..aku sjka sekali pelafalan nama abigail.unik dan tidak pasaran.author pintar pilih nama.

  2. Maya Sherlita says:

    Eonni ff kamu yang ini bikin aku melayang hehehe andai itu yang jadi aby aku seneng banget deh pastinya kkk~~
    Feelnya dapet banget eonn keren deh pokoknya 👍

  3. kereeeeeeen!!!:’) jarangjarang baca ff yang castnya yesung, feelnya beneran dapet. emang selalu gitu, pas seseorang udah pergi, baru kerasa kalau dia itu berarti banget. hiduuup hiduuup–” mau lanjut baca sequelny duluuu~

  4. ini ptama kali’a aq bca ff yg cast’a yesung..
    mnarik,,feel’a dpt,,karakter aby unik cck buat yesung yg egois dan gengsian,,
    itu arti’a lbh baik kita mgutarakan lgsg rasa rindu kita drpda mnyesal nanti’a..iiah gk thor??hehe

  5. Huwooooo…. ini keren…. aq sukaa😀
    Feel nya dapat,,dan bahasanya juga oke… pokoknya suka…
    Yesung kok jdi begitu ya?? *lirikan maut ke Yesung oppa*
    Benci jadi cinta tralalalalalala (づ ̄ ³ ̄)づ
    meluncur baca ke sequel….🙂

  6. Setuju banget sama kalimat terakhirnya ! Tapi bagaimana caranya untk mengungkapkan rasa rindu jika yg dirindukan tidak bisa ditemui atau dihubungi, apa harus menunggu sampai waktu yg memberitahukan kalau aku merindukan dia ?? *ma’af curcol dikit, hehehe

  7. Nisa says:

    Ah itulah cinta.
    Selalu berkebalikan orang yang merindukan .
    Aby awalnya agresif tp kesininya gk .
    Beneran so swett banget

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s