[Sequel]Keep Crush On You: Believe Me


Keep Crush On You : Please Believe Me

Author                  : arsvio

Main cast             : Ciera Abigail, Yesung

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : One Shot

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior, Al, Hae Rin, Kwon Yuri, Tuan Atma, Lee Jinki

Yesung tersenyum mendapati seorang gadis yang tertidur di bangku ruang tunggu. Dia bersama member lain baru saja selesai melakukan interview di salah satu station televisi. “Jadi dia gadis yang menjadi fans ‘gilamu’ itu?” sela Eunhyuk. Yesung mengangguk untuk mengiyakan.

“Wah, kalau dia menjadi jewel, aku yang akan berbalik tergila padanya,” cerocos Eunhyuk yang langsung disambut tatapan tajam Yesung.
Eunhyuk berjalan mengendap untuk mendekati gadis tersebut, namun beberapa meter sebelum menjangkau sang gadis seseorang telah menarik kerah bajunya dari belakang.

“Aku hanya ingin melihatnya dari dekat,” rengek pelan Eunhyuk saat dia tahu siapa yang menariknya. “Ayolah, Hyung,” mohonnya. Yesung hanya menggerakkan tangannya secara horizontal di depan lehernya. Isyarat agar dongsaengnya tidak macam-macam lagi.

“Baiklah, kami pulang dulu, Sung-ie,” Leetuk menepuk pelan lengan Yesung. Yesung hanya bergumam untuk menjawab Leetuk. “Huh, Yesung Hyung pelit sekali. Aku hanya penasaran dengan gadis manis nan cerdas yang bisa-bisanya jatuh cinta pada orang aneh macam Yesung Hyung,” perkataan Eunhyuk yang sekali lagi disambut tatapan membunuh Yesung dan kekehan tertahan dari member lain.

Yesung duduk di sebelah gadis yang menunggunya. Tangannya merengkuh kepala gadis tersebut dan membimbing ke pundaknya. Dia melihat buku di pangkuan sang gadis, Yesung mengambil buku tersebut lalu mengernyit.

“Apakah otaknya tidak meledak mengerjakannya?” batin Yesung yang membaca coretan-coretan simbol matematis yang tak diketahuinya. Yesung menutup buku milik sang gadis dan memasukkannya di tas yang tergeletak di sampingnya.

Gadis tersebut masih terlelap dalam tidurnya dengan earphone yang terpasang. Yesung memiringkan kepalanya untuk melihat wajah sang gadis. Dilepaskannya salah satu earphone dari telinga sang gadis, lalu dipasangkannya di telinga sendiri.

Yesung tersenyum tatkala mendengar lagu yang dibawakannya mengalun dari earphone. A whole new world. Lagu yang pernah diberikannya pada gadis tersebut. Dia memalingkan kembali pandangannya pada gadis di sebelahnya. Menghirup wangi khas gadis tersebut, menyadari eksistensinya, dan akhirnya mengecup puncak kepala sang gadis.

Perlahan gadis itu menggeliat. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya, menegakkan kepalanya, lalu menoleh ke sampingnya. “Oppa? Why didn’t you wake me up? Have you been any longer here?” tanyanya bertubi-tubi.

Yesung hanya tersenyum dan mengacak gemas poni gadis tersebut. “Kajja, aku antar kau pulang, Aby.” Yesung mengulurkan tangan untuk membantu Aby berdiri. Menggenggam tangan Aby sampai tempat dimana mobilnya terpakir.

_Arsvio_

“Al, Aby, temui Daddy di ruang kerja setelah ini. Ada yang ingin Daddy bicarakan,” ucap Tuan Atma di sela-sela makan malamnya dengan keluarga kecilnya. “Ok, Daddy,” jawab Aby dan Al hampir bersamaan.

Al dan Aby keluar dari ruangan kerja daddy nya dengan wajah tertekuk. Al mencoba bersikap bijaksana, lalu mengelus dadanya. “Kita pikirkan masalah ini baik-baik, Aby. Aku tahu kau sangat menginginkannya, tapi kau juga harus mempertimbangkan keputusan Daddy.  Kukira adikku ini sudah sangat dewasa untuk mengambil keputusan,” Al mengelus puncak kepala Aby. Aby hanya memberikan senyum kilasnya pada kakak laki-lakinya tersebut.

_Arsvio_

Eunhyuk memandangi dua orang yang sedang asyik membersihkan aquarium kura-kura. Disilangkannya kedua tangan di depan dada. “Hei, kalian ini membuatku iri. Ah, Aby, bisakah kau berubah dari cloud menjadi seorang jewel?” Eunhyuk mendekat dan berdiri di samping Aby.

“HYA, KAU…” geram Yesung. “Aku tak bertanya padamu Hyung, jadi diamlah. Bagaimana Aby?” kedua tangan Eunhyuk tertangkup di depan hidungnya. Kembali melancarkan godaan pada gadis di depannya. Tentu tidak serius, karena Eunhyuk hanya menderita penasaran akut terhadap Aby.

Aby nyengir kuda, “Of course Oppa,”. Kepala Yesung langsung menoleh pada Aby, “Awas kalau kau berani,” ancam Yesung. Aby hanya memanyunkan bibirnya untuk mencibir.

Aby menghadap Eunhyuk kembali, “I can be a jewel, a sparkyu, a ryeosomnia, a petal or any else cause I’m an Elf. But, my heart has bounded into someone. Sayangnya, hatiku sudah terikat dengan seseorang, Oppa,” terang Aby.

Yesung tersenyum puas mendengar jawaban Aby, sedangkan Eunhyuk menghela nafas berat. Ternyata Aby memang benar menyukai hyungnya yang akward itu. “Tidak kusangka,” Eunhyuk geleng-geleng kepala dengan mendramatisir mimik wajahnya.

“Aby, aku ada konser ke beberapa Negara Asia mulai minggu depan. Mungkin sekitar 4 minggu,” Yesung menyesap tehnya. “Yah, it’s mean that you can come to my graduation,” wajah Aby berubah lesu.

“Maaf, Aby. Aku akan menggantikan dengan hadiah apa pun yang kau mau, bagaimana?” tawar Yesung. “It’s Ok, Oppa. Asal kau pulang dengan selamat, itu sudah menjadi hadiah spesialku,” Aby mencoba tersenyum.  Yesung membalas senyum Aby sembari menyisir poni Aby dengan jarinya.

_Arsvio_

Selama sebulan Yesung dan member Super Junior mengadakan tour konser di Negara-negara Asia. Antusiasme di setiap Negara sangat luar biasa dalam menyambut comeback Suju. Di Korea, Aby sibuk mengurus kelulusannya. Gadis tersebut juga disibukkan mengurus suatu masalah yang penting baginya. Masalah yang pernah mengoyak hidupnya dan menjatuhkannya di jurang terdalam.

_Arsvio_

Al mengetuk pintu kamar Aby, setelah ada jawaban dari sang pemilik, Al masuk ke kamar adiknya. “Bagaimana, Kak?” tanya Aby yang berdiri di depan kaca besar miliknya. Al ikut berdiri di samping Aby, “Beautiful, at usual. But for this night, you are more beatiful,”.

Aby tersenyum mendengar pendapat kakaknya, dia memutar tubuhnya ke kanan dan kiri untuk melihat refleksi diri di cermin. “Let’s go down. Everyone is waiting,” Al merangkul bahu adik kesayangannya.

“CONGRATULATION!” teriakan membahana di ruang makan keluarga Tuan Atma. Sebuah makan malam untuk merayakan kelulusan Aby. Hanya keluarga Tuan Atma, Hae Rin, Yesung, serta pegawai yang bekerja di rumah dinas tuan Atma yang hadir.

“Yesung-ssi, bagaimana perjalanan tourmu?” tanya tuan Atma. “Semua berjalan lancar. Sambutan fans Indonesia juga sungguh luar biasa,” jawab Yesung. Tuan Atma tersenyum, “Kau membuatku iri untuk pulang ke Indonesia,”. Setelah perbincangan ringan, acara makan malam formal tersebut ditutup dengan memotong kue.

“Jadi, apa rencanamu ke depan?” tanya Yesung pada Aby yang duduk di sebelahnya. Mereka tengah berada di taman kecil belakang rumah Aby. Aby menggoyang-goyangkan kakinya. “It’s possible that I’ll take math magister program, Oppa,”.

“Itu bagus. Jadi kapan kau mengurusnya? Aku temani ke Seoul University sebagai ganti ketidakhadiranku di wisudamu,” tukas Yesung antusias. Namun, wajah Aby berubah, “Oppa,”. “Ne?”. Aby menghela nafas sejenak. “Kemungkinan aku mengambil magister di Indonesia,”.

Raut wajah Yesung berubah seketika. “Apa maksudmu? Bukankah pendidikan di Korea bagus? Kenapa tiba-tiba memutuskan kembali?”. Aby melipat bibirnya, merasa ragu untuk menjawab. “Not because that Oppa. All because Mommy,” jawab Aby. Yesung semakin tak mengerti, dia mengerutkan dahinya.

“Tepat satu bulan lalu, Daddy menerima surat dari sebuah LSM di Indonesia yang bergerak di bidang hukum. Mereka mengungkap beberapa keganjilan pada kecelakaan Mommy. LSM itu menduga kuat ada permainan politik di belakang meninggalnya Mommy. Aku ingin kembali ke Indonesia dan menyelesaikan kasus itu sekaligus mengambil magister di sana,” terang Aby. “Dan akan meninggalkanku,” ucap Yesung dengan wajah dinginnya.

“Tentu tidak seperti itu Oppa. Aku hanya menetap di Indonesia kurang lebih dua tahun,” bela Aby. Gadis tersebut melihat perubahan mimik wajah Yesung. “Oppa, aku berjanji akan selalu mengabarimu. Kita masih bisa telephon, email, webcam, atau sms untuk berkirim kabar,” Aby mencoba meredam suasana.

Yesung menghembuskan nafas kasar, “Kau sama sepertinya, dia juga menjajikan seperti itu. Dan saat kembali, dia sudah menggandeng tunangannya. Seperti itulah akhir kita yang kau inginkan?” Yesung menaikkan nada bicaranya.

Perih yang dihati Yesung terkoyak kembali karena merasakan dejavu dengan kejadian silam. Sekejap saja, sesak menggerayang di dadanya, menyebar dalam aliran darahnya. Membuat tubuhnya kehilangan oksigen dalam sel-sel darah yang menjadikannya lumpuh sejenak.

“Oppa,” lirih Aby dengan menatap seorang yang dicintainya. “Apa kau ingin mengatakan pembelaan? Dan bahkan sebelum kau mengatakannya, aku sudah tau,” sengit Yesung.

Emosi Yesung meluap, dia berdiri dan berjalan cepat meninggalkan Aby yang masih terduduk di bangku taman. Aby terlalu terkejut dengan reaksi Yesung, dia hanya bisa memandang punggung Yesung yang kian menjauh.

_Arsvio_

“ARRGHH…” Yesung meninju tembok kamar miliknya berkali-kali. Dia mencoba meluapkan emosinya. Darah sudah memenuhi punggung tangan miliknya. Segala rasa sakit serasa membal baginya.

Yesung pernah tersakiti karena Yuri meninggalkannya. Dan sekarang Aby juga. Pikirannya kalut, hatinya terluka kembali. Perih yang dulu tertutup rapat karena kehadiran Aby, kini malah menganga kembali.

Memori-memori terlintas dibenaknya, bagaimana dia menghadapi keterpurukannya dulu sampai akhirnya Aby datang di hidupnya. Memberikan secercah cahaya yang mampu membimbingnya. Bahkan, dialah penopang hatinya yang terluka.

Itu mengapa, ketika diucapkan kata perpisahan dari mulut gadis tersebut serasa dunia kembali menghimpitnya. Menyeretnya dalam dasar kepedihan. Dan dipastikannya kegelapan sudah menunggu di depan.

Ryeowook hanya memandang sedih hyungnya tersebut. Sudah berkali-kali juga dia menenangkan Yesung, namun hasilnya nihil. Dia kemudian mengambil HP Yesung dan menghubungi seseorang.

_Arsvio_

Aby berdiri di ambang pintu kamar lelaki yang dikasihinya. Hatinya sakit melihat keadaannya. Aby berjalan mendekat. Dia mengambil tempat di samping lelaki tersebut.

Aby mengambil tangan Yesung dan menyapukan kapas yang sudah diberi alkhohol untuk membersihkan luka Yesung. Yesung mengalihkan pendangannya untuk menatap Aby. Dia membiarkan Aby merawat lukanya. Namun, pandangannya terlukanya masih tersorot dari kedua matanya.

“Kenapa?” ucap Yesung serak. “Oppa, please don’t be like this,” ucap Aby yang tidak menjawab pertanyaan Yesung. Gadis ini sungguh mengkhawatirkan keadaan kekasihnya.

“Kenapa, ABY? Kalian berdua sama saja. KAU TAHU ITU,” bentak Yesung. Aby bergeming di tempatnya, sebenarnya hatinya juga sakit karena jugde dari Yesung, namun posisinya seakan tidak mengizinkan dia untuk sekedar membela diri.

“Pergi dari sini,” Yesung beranjak dan menarik tangan Aby. “Oppa, please,” pekik Aby. Namun Yesung tidak mempedulikannya. Dia mendorong Aby keluar dari kamarnya dan membanting pintu keras.

Aby mengedor-gedor pintu kamar Yesung. “Oppa, please listen to me,”. Beberapa menit tetap dalam keadaan memohon, agar sang pemilik kamar melihat kesungguhannya. Membukakan kembali pintu tersebut dan juga pintu hatinya.

Tetapi, Yesung tetap bergeming tidak membukakan pintu. Hanya mendengar segala racauan Aby dari dalam. Mencoba mengabaikan, meskipun saat ini sangat ingin dihilangkannya pintu tersebut sehingga tak ada batas yang memisahkannya dengan Aby.

Aby memerosotkan badannya dan menyandarkan di depan pintu, hal yang sama dilakukan oleh Yesung. Aby hanya mampu terisak di luar.

Ryeowook segera merangkul Aby, memberikan ketenangan pada gadis itu. “Be strong, Aby,” Ryeowook mencengkeram bahu Aby untuk membimbingnya berdiri. Dia menuntun Aby duduk di sofa ruang santai.

Ryeowook menyodorkan tissue pada Aby. Dia memposisikan duduk di sebelah Aby. “Baik kau maupun Yesung hyung sama-sama terluka. Aby, kukira kau memang harus bersabar karena itu sangat sulit bagi Yesung Hyung. Dia pernah terluka karena seseorang pernah meninggalkannya. Hyung sangat takut untuk kehilanganmu,” terang Ryeowook.

_Arsvio_

Aby masuk ke kamarnya dengan gontai. wajah cerianya tergantikan dengan wajah kusut penuh sisa air mata. Tuan Atma melihat sekilas dari ekor matanya Aby yang pulang dengan wajah sembab. Dia mengetuk kamar Aby. Tak ada jawaban. Dia memberanikan diri masuk ke kamar putrinya karena rasa khawatirnya.

Tuan Atma mendapati Aby yang duduk di ranjang dengan memelut lututnya. Direngkuhnya bahu putrinya tersebut. “Daddy, tak tahu apa yang terjadi, tapi Daddy yakin kau dapat mengatasinya,”.

“Kenapa dia seakan memberikan pilihan padaku, Mommy atau Dia,” racau Aby. Sejenak tuan Atma berpikir, kemudian dia tahu kemana arah pembicaraan Aby.

“Aby, dalam hidup kita memang disuguhi banyak pilihan. Mengenai kasus Mommy, Daddy telah memutuskan untuk mundur,” nasihat Tuan Atma. “Tell me why, Dad? Apakah Daddy tidak ingin mengetahui penyebab kecelakaan yang menewaskan Mommy? Apakah Daddy sudah melupakan Mommy?” tanya Aby bertubi-tubi.

Tuan Atma mengelus kepala Aby, “Bukan seperti itu, sayang. Kejadian 7 tahun lalu yang sudah memukul kehidupan kita, tak mungkin Daddy lupakan. Aby pasti tahu alasan Daddy menerima tugas ke Korea empat tahun lalu. Daddy berusaha mengikhlaskan Mommy, dia sudah tenang dan mendapat tempat terbaik di sana. Daddy tidak sanggup melihat tanah pemakamam Mommy dibongkar dan diacak-acak kembali hanya untuk kepentingan autopsi. Selanjutnya, apakah benar autopsi itu akan membongkar tabir misteri kecelakaan itu? kan tidak, Sayang,” terang Tuan Atma.

“Ranah politik di Indonesia sedang bergejolak, Aby. Ada kemungkinan beberapa pihak memanfaatkan kematian Mommy untuk meraup keuntungan semata. Dan dad, tidak mau itu terjadi. Cukup sudah semua,” mata Tuan Atma berkaca-kaca mengingat mendiang istrinya.

Aby yang mendengar cerita pedih tersebut segera menyandarkan kepalanya pada bahu ayahnya. Dia memejamkan matanya sekedar untuk mengurangi dua luka yang tertoreh sekaligus di hatinya.

“Tapi, jika Aby ingin mengetahuinya, itu adalah hakmu, Sayang,” lanjut tuan Atma. Aby masih bergeming dan malah mengeratkan pelukkannya pada ayah yang dihormatinya.

_Arsvio_

Dua minggu sudah Yesung tidak bertemu dengan Aby. Kerinduannya membuncah di hati, namun rasa sakitnya juga. Yesung termenung, sejenak kemudian dia menyambar kunci mobilnya.

Sekeras apa pun usahanya untuk  mendorong Aby dari hidupnya, tetap tidak bisa. Gadis itu terlalu menyempurnakan hidupnya. Melengkapi ketimpangannya.

_Arsvio_

“Dia ada di kamarnya,” ucap Al pada Yesung. “Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian, namun tolong jaga Aby. Akhir-akhir ini dia mengabaikan kesehatannya dan bekerja ekstra untuk meneliti kasus Mommy. Aku tidak pernah melihatnya segila itu dalam menyelesaiakan masalah, jadi kukira dia pasti punya masalah lain, dan menjadikan kasus Mommy sekaligus untuk menutupi lukanya,” terang Al. “Masuklah, cobalah berbicara dengannya,” Al mempersilakan Yesung. “Terima kasih, Hyung,” jawab Yesung.

Yesung memasuki kamar dengan nuansa warna peach. Dia mengedarkan pandangnya dan menemukan sosok gadis yang tertidur di meja. Yesung berjalan mendekat. Dilihatnya laptop yang masih menyala, beberapa berkas juga masih tersebar di meja. Semuanya tentang kecelakaan yang menimpa seorang politikus wanita ‘Ariyani Dwirana’.

Yesung membungkukkan badannya untuk melihat wajah yang dirindunya. Dia tersenyum miris. Diangkat dan disampirkannya tangan Aby di pundaknya kemudian diangkatnya tubuh Aby dengan hati-hati. Yesung membaringkan Aby di tempat tidur dan menyelimutinya.

Ditatapnya wajah Aby untuk menghilangkan kerinduannya. Terbesit rasa bersalah di hatinya karena keegoisannya. Tangannya terangkat menyusuri wajah Aby. Terlalu berat untuk melepas gadis yang disayanginya.

Yesung mencondongkan tubuhnya dan mengecup kening Aby. Ditempelkan keningnya pada kening Aby. Selalu dengan alasan sama, ingin merasakan kehadiran gadis tersebut. Nyata, itulah yang dicarinya.

Matanya mulai berkaca-kaca. Perasaan rindu dan perih bergemuruh di dadanya. Dibelainya kepala Aby lembut sembari dipandanginya wajah damai dalam tidur milik Aby. Diciumnya bibir Aby lembut, cukup lama, agar tidak membangunkan gadis tersebut.

Dengan langkah berat Yesung kemudian berjalan keluar. Dia menengok kembali Aby saat tangannya sudah mencapai kenop pintu. Memandang kembali untuk menguatkan memorinya bahwa gadis yang tertidur itu pernah ada di kehidupannya.

_Arsvio_

Aby terbangun keesokan harinya dan langsung mengernyit heran. Apa yang dirasakannya terlalu nyata untuk sekedar mimpi. Sentuhan dan wangi maskulin khas lelaki yang dirindunya sungguh masih membekas dalam ingatannya.

Aby bangun dan memposisikan dirinya duduk. Disentuhnya kening dan bibir miliknya. Dia sungguh masih merasakan hangat ciuman seseorang yang amat dirindunya. Aby bangkit dan segera berlari-lari kecil keluar kamarnya untuk mencari jawaban.

_Arsvio_

Malam ini Yesung kembali menggantikan Eunhyuk sebagai penyiar radio bersama Leetuk. Dia tetap harus menjalankan rutinitasnya walaupun dengan setengah hati. Leetuk menepuk bahu Yesung pelan untuk memberikannya semangat.

Beberapa menit sebelum siaran berakhir. Sebuah telephon masuk. Leetuk mengangkatnya, “Yeoboseyo,”. “Hi,” suara gadis diseberang jaringan yang sukses membuat tubuh Yesung menegang. Demikian juga Leetuk yang merasa kaget, namun tetap menjaga profesionalitas karena ini siaran on air.

“Hi, sebutkan namamu agashi?” ucap Leetuk riang. “Aku Ciera,”. “Baiklah Ciera, ada salam yang ingin kau sampaikan? Atau request sebuah lagu?” jawab Leetuk. Yesung masih terdiam mendengarkan suara gadis tersebut, pandangan menghujam ke depan.

“Aku ingin menyampaikan sesuatu pada seseorang yang kusayang karena ini adalah malam terakhhirku di Korea. ‘Please believe me and hold me tight’,” ucap Ciera. Yesung langsung menegakkan kepalanya, dia meremas jemarinya.

“Aku ingin request lagu Now We Got To Meet by Sungmin Opppa dan Yesung Oppa,” terdengar suara Ciera yang bergetar. Yesung langsung melepas headphone miliknya dan berlari keluar.

Yesung segera beranjak dari tempatnya. Keluar dari ruang siaran meninggalkan Leetuk yang terhenyak dengan tindakannya. Tapi, kali ini dia tak peduli. Kakinya terus berlari dan berlari seakan dengan seperti itu dia dapat menghapus lukanya. Air mata telah menganak sungai di wajahnya.

Tak beda jauh, Aby meringkuk di balkon kamarnya, ponsel jatuh dari genggaman tangannya. Tangis Aby semakin pecah. Air mata itu seolah tak akan mongering malam ini. Dia mencengkeram dadanya kuat ketika perih akibat hantaman keras yang dirasakannya.

_Arsvio_

Yesung masih enggan membuat tubuhnya bergerak. “Hyung, kau tak ingin mengantarnya, huh?” Kyuhyun menyenggol lengan hyungnya. Evil magnae ini ikut gemas melihat kondisi Yesung. Walaupun notabenenya Yesung bukan hyung terdekatnya tapi ikatan emosional sebagai dongsaeng menggerakkan Kyuhyun untuk angkat bicara.

“Berapa kalipun seseorang meninggalkanmu, kau harus tetap menemuinya dan menemuinya lagi, sampai kau dapat seseorang yang tulus. Temukan dia, Sung-ie,” ucap Leetuk yang tiba-tiba datang.

Yesung mendongak dan mendapati kebenaran di kalimat hyungnya. “Hah, kalau begitu boleh ku seret mayat hidup ini, Hyung?” sungut Kyuhyun. “As you wish, Evil,” jawab Leetuk.

_Arsvio_

Yesung berlari-lari di areal bandara, mengedarkan pandangannya, meneliti setiap sudut untuk mencari seseorang. Khyuhyun dan Eunhyuk mengekor di belakang, juga ikut mencari. Sudah lima belas menit berlalu, tapi mereka tetap tidak menemukan gadis tersebut. Beberapa kali Yesung mencoba menghubungi ponsel sang gadis tapi hanya tersambung dengan mailbox.

Yesung masih berlari, namun Kyuhyun menangkap lengannya dan menghentikannya. “Hentikan, Hyung,” ucap Kyu. “Kau yang menyuruhku ke sini, sekarang kau yang menyuruhku berhenti. Apa maumu?” bentak Yesung.

Kyuhyun hanya menujuk ke atas, ke papan informasi penerbangan. “Pesawatnya, take off setengah jam yang lalu, Hyung,” ucap Kyu dengan lirih. Sebuah ucapan yang sukses membuat langit hidup Yesung runtuh.

Yesung berjalan menunduk. Kehidupan sekitar terasa lenyap baginya. Yesung masih bergulat dengan kesedihanya, sampai Eunhyuk menepuk bahunya. “Hyung, sepertinya hari ini adalah berkah bagimu,” jari Eunhyuk menunjuk sesuatu. Yesung mengikuti arah jari Eunhyuk. Senyum terkembang di wajahnya.

Yesung berlutut di hadapan gadis yang duduk tertunduk. Sang gadis tak menyadari keberadaan Yesung sampai Yesung mengangkat dagu gadis tersebut.

“Oppa?” ucapnya bergetar. Mata sang gadis yang masih sembab kembali berurai air mata. Tak ada yang melegakan selain melihat seorang yang dia sayangi berada di hadapannya. Gadis tersebut langsung memeluk Yesung erat.

Yesung membalas pelukan gadis tersebut tak kalah erat. Walaupun hanya beberapa menit, sungguh dia ingin diberikan waktu untuk mengucapkan kata itu. “I believe in you, My Ciera Abigail*,” ucap Yesung kemudian.

Aby membatalkan penerbangannya ke Indonesia. Yesung mendapat jawabannya sekarang. Bahwa Aby tidaklah sama dengan seseorang dikehidupannya lalu. Gadis yang dipeluknya ini, dia yakin, tidak akan meninggalkannya.

Yesung merasakan panas tubuh Aby dipelukannya. Seketika dilepaskannya pelukannya, dan diraba kening Aby. Benar, dia melewatkan sesuatu ketika menyentuh dagu Aby tadi. Suhu tubuh Aby sangat panas.

“Kau demam, Aby,” gumam Yesung. Aby menggeleng cepat, “Aku tak peduli,”. Aby kembali memeluk lelaki yang dirindunya tersebut. Yesung hanya mampu menepuk-nepuk ringan punggung Aby karena tak tahu lagi harus berucap apa. Ini terlalu melegakan.

Yesung seperti mendapatkan lenteranya kembali. Kegelapan yang menyelimutinya beberapa hari ini sirna sudah. Dekapan Aby sungguh dirasakan nyata pada dirinya. Segala bebannya runtuh ketika Aby mengeratkan pelukannya.

“OMO, itu Yesung Suju kan!” teriak seorang gadis. Kyuhyun yang berdiri beberapa langkah di belakang Yesung langsung berlari menghampiri hyungnya. Eunhyuk juga langsung bertindak cepat dengan melepas jaket hoodienya dan menyelimutkan pada Aby. Kyuhyun menepuk Yesung, “Hyung, kita harus cepat keluar dari sini. Fans mengenalimu,”.

Yesung yang menyadari keadaan segera membopong tubuh Aby. Aby melingkarkan tangannya pada leher Yesung kemudian menenggelamkan wajahnya diantara leher dan bahu Yesung. Fans sudah mengerubungi mereka. Tak ada jalan keluar.

“Gadis ini adalah kekasihku, dia sedang sakit. Aku kesini karena menjemputnya. Aku tak akan mengungkapkannya karena dia gadis biasa. Seperti kalian Elf, dia berharga untukku. Tolonglah, bantu aku menjaganya. Jadi, kumohon beri kami jalan.,” ucap Yesung. Perlahan fans merasa luluh dengan ketulusan Yesung, mereka melonggarkan kepungannya dan memberi jalan.

_Arsvio_

“Jadi, kau membatalkan kepergianmu ke Indonesia?” tanya Yesung pada Aby yang duduk di sebelahnya. “Tidak seperti itu juga, Oppa. Aku akan terus mengamati perkembangan kasus Mommy dari sini. Jika perlu mungkin sesekali aku akan datang ke Indonesia. Kak Al sudah kembali ke Indonesia dengan penerbangan tadi, dia yang akan mengurusnya,” terang Aby lemah.

Yesung menempelkan plester penurun panas di dahi Aby. “Kalau begitu, ingatkan aku untuk menemanimu jika harus pulang ke Indonesia,” tawar Yesung. Aby memicingkan matanya, “Lalu membuat heboh Soekarno-Hatta dengan kedatanganmu. Tidak,” Aby memayunkan bibirnya.

Yesung terkekeh pelan lalu mengecup kilas bibir Aby karena gemas dengan muka cemberut gadisnya tersebut. Dia mengeratkan pelukannya pada tubuh Aby. Kembali menghirup aroma favoritnya, sedangkan Aby hanya membenamkan kepalanya di dada Yesung. Dan menikmati detak jantung sang kekasih.

“HYAAA, jangan pamer kemesraan di sini. Aish, kalian ini membuatku panas,” celoteh Eunhyuk. “Sudahlah. Kau berkonsentrasi menyetir saja dan antarkan kami ke rumah sakit dengan selamat,” timpal Yesung.

“Kau ini, Hyung. Aby, berhentilah menyukainya, berpalinglah padaku. Aku lebih muda dan tak kalah tampan darinya,” ucap Eunhyuk sembari mengusap garis rahangnya dengan jari. “HYAA,” suara berat yang sudah bisa dipastikan siapa pemiliknya.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tetap saja diantara kalian berdua, akulah yang tertampan. Bagaimana Aby?”. Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang dan mengerling pada Aby yang duduk di jok tengah. “HYAAA…” teriak Yesung dan Eunhyuk berbarengan. Aby hanya terkekeh melihat tingkah ketiga member SuJu tersebut.

“Terkadang kita harus diam dalam menangani sebuah masalah. Bukan untuk berhenti atau lari, namun untuk dapat melebarkan pandangan kita pada kenyataan sesungguhnya. Karena dengan diam, kau mendengar dan melihat sekelilingmu dengan lebih seksama.”

(@Arsvio)

END

*Ciera Abigail = Bidadari Kegembiraan

Note: Ciera Abigail adalah tokoh fiktif yang aku ciptakan. Dia putri dubes Indonesia untuk Korea. Dia merupakan elf yang dengan bias Yesung. Semoga dengan mengambil tokoh gadis Indonesia, reader bisa lebih dekat dengan karakter Yeppa. Kekeke. Ini ff hanya ungkapan galau author yang melting saat denger suara Yesung Oppa. Hehe.

38 thoughts on “[Sequel]Keep Crush On You: Believe Me

  1. Saya suka sekali liat cowok berkeringat sambil berlari.dan di fiksi ini saya menbayangkan yesung yang berlari dengan nafas tersengal serta keringat mengucur di pelipisnya.pasti sexy banget.abigail bener2 beruntung bisa dikelilingi pria2 yang menyayangi dia.ayahnya,kakaknya,pacarnya dan idolanya.

  2. Maya Sherlita says:

    Kerennn 👍👏…
    Aku kira Aby bakalan ninggalin Yesung… eh ternyata enggak jadi. Syukurlah kalau begitu 😇
    Yesung sama Aby romantis banget sih waktu di bandara 😍

  3. chenphy says:

    Ciera Abigail = Bidadari Kegembiraan,, itu dr bahasa apa ya.. penasaran aku.. mksh..
    emang beda yaklo nulis awal ama yg baru.. tata tulis n bahasanya beda. hhiihiiii..
    maaf..

  4. ria says:

    Hyaaa ye2 so sweet banget waktu bilang aby yeojachinguny d bandara…tu hyukie te2p usaha buat pengaruhin aby dah gitu kyu ikut2an juga gi kyu kan dah puny q hahahaha…

  5. Huwooooo…. Hyuk oppa jomblo nieeehhh,,,ambisinya mau ngejadi’in Aby jewel…
    Kerennn,,, jarang-jarang loh OC nya pake orang Indonesia,,,,
    Feel nya dapet jdi emosi sendiri nihh aigoooo (>___<)
    Suka bgt ama ceritanya,,, semoga mereka bisa terus bersama….😀

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s