[Twoshot] A Misery in Love [1]


 

A Misery in Love [1 of 2]

 

Author              : Arsvio

Cast                 : Adelynn Lee, Kyuhyun Cho, Siwon Choi

Rating               : PG-16

Genre               : Romance, family

Length              : Twoshot

 

Seorang perempuan muda mencengkeram pegangan cangkir miliknya. Mata birunya menatap nanar pemandangan yang tersuguh di depannya. Dipejamkan matanya sejenak. Susah payah dia menahan agar air matanya tak menyembul. Tapi apa daya, kenyatan yang terlihat sekarang lebih dari menyesakkan.

Dia melirik ke arah jari tengahnya, tersenyum miris saat menatap cincin emas putih itu. Dahulu, dia sungguh bangga dan menyukai benda itu bertengger di jarinya. Tapi sekarang, setelah melihat lelaki di ujung sana, yang juga mengenakan cincin yang sama dengannya, apakah rasa bahagia itu masih tersisa?.

Perempuan itu menggelengkan kepalanya lemah. Tidak, bahkan mungkin sebelum ini jauh sebelum ini, lelaki yang disebutnya sebagai tunangan itu sudah menyelingkuhinya. Dia saja yang terlalu bodoh untuk selalu menutup mata. Berusaha mempercayai lelaki tersebut. Kata maaf selalu dengan mudah lolos dari bibir tipisnya untuk apa yang lelaki itu lakukan. Dia akan tetap berlapang dada menerimanya kembali. Sebab hatinya yang sudah terikat kuat pada diri sang lelaki.

Nafasnya tiba-tiba tercekat saat melihat tunangannya menjamah lembut bibir wanita itu. Ini tempat umum, walaupun sang lelaki duduk di pojok café yang tak begitu diperhatikan, tapi bagaimana mungkin dirinya menikmati cumbuan itu. Gadis itu merasakan udara di sekitar yang tersedot masuk ke rongga paru-parunya malah menggerogoti organ tersebut. Matanya memejam, membiarkan bulir-bulir bening itu menuruni pipinya. Diremasnya kerah bagian bawah kemejanya, tepat di perih yang dirasakan.

Bersamaan dengan meluncurnya air mata yang susul menyusul membasahi pipinya, dering ‘Barriers’ milik David Archuleta mengalun dari ponselnya. Beberapa  saat dia tercenung memandangi layar ponselnya yang menampilkan sebuah display name. Benarkah? Bahwa hubungan dengan lelaki itu seperti yang David Archuleta bawakan? Penuh perbedaan dan banyak sekali pembatas.

Dia mengusap air matanya dengan kasar, lalu mengangkat panggilan tersebut. Berdeham untuk membersihkan pita suaranya. “Yeoboseyo, Oppa,”.

“…”

“Tentu, nanti sore aku akan datang ke kantor,”.

“…”

“Cacth you, Oppa,”.

Dengan kasar perempuan itu menjejalkan ponsel miliknya ke tas punggungnya. Dia segera enyah dari posisinya. Udara di café ini terlalu beracun untuk dihirupnya. Dia melirik sebentar ke arah tunangannya ketika mencapai pintu café. Mendesah pelan karena sakit di dadanya nyata.

***

“Hi, Lynn,” seorang dengan wajah rupawan bak model memberikannya senyum singkat. “Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan,” ucapnya sembari tangannya mengarahkan Lynn untuk duduk di sofa tamu di ruangannya.

Lynn meletakkan tasnya di pangkuan. Menunggu beberapa saat sampai lelaki itu menyelesaikan beberapa dokumen yang harus disyahkan. Dia masih sibuk berdamai dengan hatinya sendiri ketika tadi pagi menyaksikan tunangannya bermesraan dengan wanita lain. Otaknya masih tak bisa bekerja dengan baik.

Andai saja, sang tunangan mengatakan bahwa yang dilihatnya adalah kesalahpahaman semata, maka dia yakin akan langsung mempercayai dan memaafkan lelaki itu. Cintanya sudah terlampau besar pada tunangannya. Dan Lynn sedikit merutuki kelemahannya.

“Maaf membuatmu menunggu,” lelaki di ruangan itu menghampiri Lynn. Dia meletakkan sebuah map di hadapan Lynn.

“Apa ini Siwon Oppa?” tanya Lynn sembari menatap map itu.

“Bacalah,” titah Siwon, begitulah dia dipanggil, pada Lynn.

Lynn mengambil map tersebut dan membukanya. Jari telunjuknya menyusuri dengan cepat baris-baris kalimat di sana. Hingga terhenti di nama ‘Adelynn Lee’ diteruskan ‘was accepted’ dan ‘scholarship’. “Apa maksud ini, Oppa? Seingatku, aku tidak pernah meng-apply beasiswa ini,”.

“Aku yang meng-apply. Kurasa kau pantas mendapatkannya,”.

“Tapi-,”.

“Jangan menolak dulu. Pertimbangkan dengan matang. Itu hanya beasiswa untuk riset saja. Bukankah ini kesempatan yang baik,”.

“Oppa…” Lynn tak mampu berkata lagi. Dia hanya menatap dua huruf menyilang yang tertulis di bagian depan map sebagai lambang kebesaran perusahaan yang menawarkan beasiswa tersebut.

“Tidakkah kau sayang, jika melewatkannya? Perusahaan sekelas Exxon. Bagaimana mungkin mahasiswa teknik kimia sepertimu tidak memimpikannya,”.

Lynn masih bergelut dengan pemikirannya sendiri. Melupakan sejenak luka hatinya. Terlalu terpukau dengan apa yang Siwon sodorkan. Dia membolak-balik halaman demi halaman untuk mencermati tulisan yang tercetak di sana. Tidak menutup kemungkinan jika nanti dirinya juga akan ditarik untuk bekerja di Exxon sebagai balas jasa. Tapi, siapa pula yang akan menolak untuk bekerja di perusahaan kelas dunia seperti Exxon.

“Bukan tidak mungkin jika Exxon juga akan memberikan beasiswa bagi kelanjutan studimu. Ada beberapa persyaratan tambahan di situ. Kurasa jika kau tertarik, kau bisa mengurusnya nanti,”.

Ketukan ringan membuyarkan lamunan Lynn. Dia ikut menolehkan kepalanya ke arah pintu, seperti yang Siwon lakukan.

“Choi Siwon-nim, Tuan Cho Kyuhyun ingin bertemu,”.

Seketika senyum Lynn menghilang, tergantikan dengan raut panik. Pandangannya memutari ruangan kerja Siwon seakan mencari sesuatu. “Oh, bagaimana ini, Oppa?”.

“Memangnya apanya yang bagaimana, Lynn?” Siwon menahan tangannya di udara agar sang sekretaris menunggu jawabannya.

“Aku tak mau dia memergokiku di sini,” kedua tangan Lynn menghentak di udara. Walaupun, hatinya tadi terluka dalam, setidaknya perempuan ini tidak mau menambah masalah lagi antara dirinya dengan lelaki yang bernama ‘Cho Kyuhyun’ itu. “Sembunyikan aku, Oppa,” panik Lynn yang segera berdiri.

Siwon hanya memandangi gadis yang cemas itu dengan menggeleng lemah. Ada rasa sakit di hatinya ketika Lynn menolak waktu mereka bersama diketahui oleh Kyuhyun. Siwon kembali menatap sekretarisnya, “Suruh dia masuk,”.

“Ah!” Lynn berseru ketika menemukan tempat yang menurutnya aman. “Tolong jangan katakan apapun kalau aku di sini, Oppa,” bisiknya. Dia menekuk lututnya dan menggeser tubuhnya hingga masuk di bawah kolong meja kerja Siwon.

Siwon sekali lagi hanya mengangkat sedikit bahunya. Tidak berkomentar apa pun karena perihnya yang tiba-tiba menjalar. Dia kehilangan sosok gadis kecilnya yang dulu selalu mengekornya. Lihat sekarang, bahkan bertemu dengannya pun sang gadis merasa terancam.

“Ada perlu apa, Kyunnie?” sapanya begitu melihat pria berperawakan jangkung melenggang masuk ke ruangannya.

Kyuhyun melemparkan pandangan sengitnya pada lelaki yang seharusnya diihormatinya karena usianya yang lebih tua, juga karna hubungan kakak-beradik yang mereka sandang. “Haruskah kau menghabiskan milyaran won untuk memberikan ibuku sebuah kado?”.

Siwon menyeringai. “Lalu apa salahnya? Eommonim juga ibuku, jika kau lupa,” tegas Siwon. Hampir lima belas tahun dia mengenal Kyuhyun. Selama itu pulalah dia merasakan penolakan Kyuhyun atas dirinya. Dia lelah pada sikap Kyuhyun yang selalu mengkonfrontasinya, meski secara tak langsung.

“Ibu tiri, jika kau juga lupa,” sahut dingin Kyuhyun. Benar, Kyuhyun adalah anak dari istri ayahnya. Mereka bersaudara karena ayah Siwon menikahi ibu Kyuhyun. Membuat kedua kakak-beradik ini memiliki marga yang berbeda.

“Jumlah itu tak seberapa bagiku. Jadi kenapa kau mempermasalahkannya, Kyunnie?”.

“Cish, jadi kau hanya ingin pamer kuasamu atas pembelian café itu?”.

“Dan pernahkah aku mengumbarnya, Kyunnie? bahkan café itu pun belum resmi dibuka,”.

Kyuhyun menatap geram pria yang tengah duduk di sofa itu. Dia menempatkan Siwon sebagai saingannya dalam hal apa pun. Dirinya hanya tak suka jika harus berbagi terlebih dengan anak dari seorang pria, yang menurutnya, menjadi penyebab keretakkan keluarga kecilnya. “Dan juga, perlu aku ingatkan untuk tidak usah repot-repot menjemput tunanganku di kampusnya,” tekan Kyuhyun pada kata ‘tunanganku’.

Siwon sedikit terkekeh mendengarnya. “Lalu, sebenarnya urusan mana yang kau bawa, Kyunnie? Eommonim atau Lynn?”.

Kyuhyun mendengus sebal. Emosinya meletup-letup karena merasa hidupnya selalu terbayangi oleh pria di depannya kini. Dia berkacak pinggang kemudian menyunggingkan senyum miringnya. “Semuanya. Ataukah rasa itu masih ada, Choi Siwon-nim?” lambat Kyuhyun di setiap katanya.

Siwon sedikit tersentak pada perkataan adik tirinya. Seketika mulutnya tertutup rapat. Dia mengumpat pelan, berharap adiknya dengan baik hati tidak membahasnya. Mengingat gadis yang menjadi topiknya, juga sedang mendengarkan di ruangan ini.

“Perlukah ku perjelas, Hyung,” ejek Kyuhyun dengan memanggil ‘Hyung’. “Kau mencintai gadis tunangan adikmu?”.

Siwon menatap tajam Kyuhyun agar dia menghentikan intimidasinya. Dan gadis di kolong meja itu hanya mampu membekap mulutnya dengan kedua tangannya, tak percaya. Bagaimana mungkin seorang yang selama ini dianggapnya kakak, ternyata menaruh rasa lebih padanya. Dia tidak pernah mengetahui ini.

“Dia milikku. Jadi kuperingatkan untuk menjaga jarak dengannya,”.

Siwon tersenyum meremehkan. “Milikku?” ulangnya pada pernyataan Kyuhyun.

“Benar karena faktanya dia sudah menjadi tunanganku, semenjak setahu lalu,”.

Siwon mendengus kembali. Berapa lama sebenarnya dia mampu bertahan dengan sikap Kyuhyun. “Jika sudah selesai kau bisa pergi,” tolak Siwon secara halus untuk menghentikan pembicaraan mereka.

“Kenapa, Hyung? Kau merasa iri? Dia milikku. Mi-lik-ku,” Kyuhyun menyunggingkan senyum kemenangan, yang lama-lama malah menjadi derai tawa. “Bukankah permainan ini menyenangkan, Hyung?”.

Siwon menautkan alisnya. Tak mengerti dengan apa yang dibicarakan adik lelakinya itu. “Apa maksudmu?”.

“Bagaimana rasanya melihat gadis yang diam-diam kau cintai bertunangan denganku?”.

“Diam, Kyunnie!” sentak Siwon. Bukan kupingnya yang memanas akibat perkataan Kyuhyun, melainkan kecemasan lain pada perasaan gadis yang bersembunyi itu.

Kyuhyun mengeraskan tertawanya. “Kita lihat seberapa tahan kau melihatnya jika suatu saat aku membuang gadis itu,”.

Mata Siwon terbelalak, sedangkan Lynn sudah sangat tercekat mendengarnya. Nafas Lynn tersendat. Apa maksud Kyuhyun dengan semua ini. Permainan? Lakon apa yang sebenarnya dia jalani?. Lynn mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Jadi kau percaya jika aku melamarnya dengan dasar cin-ta?” Kyuhyun melambatkan kata terakhirnya. “Jangan bodoh, Hyung. Aku hanya menggunakannya untuk melihatmu hancur,” ucap Kyuhyun blak-blakan. Dia juga sudah muak jika harus mengimplisitkan rasa ketidaksukaannya terus-menerus.

Siwon bangkit dari duduknya. Menghampiri Kyuhyun dengan cepat dan mencengkeram kerah adiknya itu. “Jangan main-main, Kyunnie. Jangan bawa-bawa Lynn dalam masalahmu,”.

“Kenapa? Bukankah permainan ini bertambah menyenangkan jika Lynn bergabung?” santai Kyuhyun.

“Kau sadar dengan ucapanmu?” geram Siwon.

“Sangat sadar, Hyung,” tekan Kyuhyun.

Siwon mengguncang Kyuhyun, berharap apa yang baru saja didengarnya adalah bualan Kyuhyun belaka. “Kuperingatkan untuk tidak menyentuhnya, Kyunnie,” ancam Siwon.

“Memang apa yang bisa kau lakukan, Hyung? Menjauhkannya dariku?” tantang Kyuhyun. “Jadi, apakah usahamu selama ini berhasil? Gadis itu terlampau terperosok dalam pesonaku, Hyung,” ucapnya bangga.

Siwon menatap Kyuhyun dengan bengis. Dia sudah pasti akan menghajar adiknya itu, jika tidak ingat hubungan kekeluargaan yang melekat pada mereka.

Air mata meluncur dengan cepat menuruni pipi Lynn. Tangannya membekap mulut agar meredam isakkan. Apa yang dikatakan Kyuhyun sudah menjadi jawaban pada keraguannya. Jadi selama ini, perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan. Dan lebih parahnya, lelaki yang sungguh dicintainya hanya memanfaatkannya untuk menyakiti orang lain. Lynn semakin menekan tangannya pada mulutnya yang tak terkontrol karna isakkannya yang kuat.

Kyuhyun memiringkan kepalanya, menoleh ke arah belakang Siwon. Demikian juga dengan Siwon yang ikut menoleh ke belakang karena mendengar isakkan itu. Kyuhyun menyunggingkan senyum melecehkan. “Dia di sini?”.

Siwon kembali mengeratkan cengkeramannya pada kerah Kyuhyun. Dia menyeret adiknya keluar dari ruangan kerjanya. “Brengsek kau, Kyu!” Siwon sedikit melempar Kyuhyun. Kemudian menutup pintu ruangannya dan menguncinya. Menandakan dia sedang tidak ingin diganggu.

Dia melangkahkan kaki mendekati meja kerjanya. Menekuk kakinya sehingga bisa melihat seberapa terluka gadis itu. Tangan Siwon terlurur, menarik dengan lembut Lynn dari kolong meja. Membawa gadis itu ke dalam pelukkannya ketika Lynn tak menolak kehadirannya. “Maafkan aku, Lynn,” dia mengelus punggung Lynn.

Lynn hanya bisa menangis sekencangnya. Kedua tangannya digunakan untuk menutup wajah kacaunya. Hari ini terasa sebuah neraka dunia baginya. Baru tadi pagi dia memergoki Kyuhyun bermesraan dengan gadis lain, dan sore ini disusul dengan fakta hubungan mereka di mata Kyuhyun. Rongga dadanya terasa panas. Ada rasa yang tak bisa dijabarkan, yang ingin meledak dari sana.

***

Lynn masih terduduk di ranjangnya. Memeluk bantal miliknya ,yang sudah basah, dengan seerat-eratnya. Tubuhnya bergerak lambat seiring sengalan nafasnya. Semenjak kemarin, dia masih belum bisa bangkit atas keterpurukannya.

Hari ini, mungkin tiada beda dengan kemarin. Lynn hanya akan mengurung dirinya di kamar, Menghabiskan waktunya untuk meratapi semua yang menimpa dirinya. Air mata tak habis-habisnya menuruni lekukan pualam pipinya. Dia pikir hidupnya selama ini sempurna dengan kehadiran lelaki itu.

Lynn bukan gadis yang mudah berdekatan dengan siapa pun. Dia memang tipikal periang, namun tak seorang pun teman di kampusnya yang menjadi sahabat dekatnya, tempat dia bergantung. Karena bayangan masa lalunya, dirinya sedikit menjaga jarak dengan orang lain.

Dibenamkan seluruh wajahnya ke bantal miliknya. Terisak kembali. Mencoba menangkal perih yang terlanjur tertanam di dadanya. Ada ribuan sayatan di hatinya, ketika mendengar penuturan lelaki yang dikasihinya.

Anggannya melayang pada masa kecilnya. Ketika Siwon yang berumur 12 tahun, mengenalkan ‘adik baru’-nya yang berumur 2 tahun lebih muda pada gadis kecil berumur 6 tahun. Gadis itu menatap penuh minat pada teman barunya, tapi tidak dengan anak lelaki yang ditatapnya.

Sang gadis selalu mencuri pandang pada anak lelaki yang kerap membisu dan sibuk dengan gamenya. Mencari-cari alasan, agar Siwon mau berlama-lama bermain di dalam rumah, sehingga dirinya bisa memandangi adik lelaki Siwon lebih lama.

Seiring bertambahnya usia, sang gadis mulai memahami bahwa dia tak hanya mengagumi bocah game itu. Dia tahu, dia jatuh hati pada sosok lelaki itu, tepat di usianya yang menginjak remaja. Dan ketika keluarga Choi memutuskan untuk pindah ke Seoul, betapa sedih perasaannya kala itu.

Tapi itu tertebus ketika dirinya juga ibunya menyusul pindah ke Seoul setelah perceraian kedua orang tuanya. Dia bahagia ketika dipertemukan kembali dengan bocah game itu. Dan kebahagiaan itu disempurnakan dengan sang bocah game yang melamarnya tepat setahun lalu.

“Cho Kyuhyun…” rintih Lynn untuk kesekian kali. Nama yang selalu menempati urutan pertama di hatinya itu, kini menjadi perih tersendiri ketika dia menyebutnya. Lynn meraung tertahan. Kerongkongannya sakit, dadanya panas, dan kepalanya berdenyut. Betapa rasa sakit itu nyata terasa. Seolah tubuhnya terhempas ke ruang hampa. Melayang tanpa tujuan, tanpa udara.

Ny. Lee dengan hati-hati mendekati putrinya. Mengelus punggung Lynn pelan sebelum mendekapnya. “Everything gonna be better, Darl,”. Wanita paruh baya ini tidak terlalu mengerti apa yang menimpa putrinya karna Lynn yang tak mau bercerita. Namun, menilik dari betapa putus asanya Lynn, pasti ada hubungannya dengan tunangannya.

“Mom, it’s hurt…” rintih Lynn. Lynn mengeraskan tangisnya ketika menyadari tak ada hal lain yang bisa dilakukannya. Lynn tak peduli jika kesadarannya mulai melemah. Tubuhnya memang tak mendapat asupan dari kemarin.

“Sshh…it’s Ok, Darl,”. Ny. Lee semakin mengeratkan pelukkannya.

***

Kyuhyun menyilangkan kakinya. Merilekskan dirinya dengan menyandarkan punggungnya di sofa kamarnya. Dia memutar-mutar gelas berisi wine di tangannya. Sebelah tangannya terangkat seperti memberikan aba pada alunan instrumental ‘fall for you’ milik Secondhand Serenade yang menggema.

Kyuhyun tersenyum getir. Kenapa hatinya masih resah setelah kejadian dua hari lalu di kantor hyungnya. Bukankah dia seharusnya senang saat merangkaki titik kemenangan. Kyuhyun tertawa hambar. Dia sungguh tak mengerti dengan suasana moodnya. Ada rasa suka yang dominan di hatinya, tapi setitik rasa yang dia tidak tahu apa, mengusik ribuan rasa sukanya.

“Choi Siwon, menyakitkan bukan?” monolognya. “Dan Adelynn, bagaimana mungkin kau dengan mudah mempercayai semua kebohonganku? Kau taruh dimana otak briliantmu itu?”. lagi-lagi Kyuhyun tertawa.

“Aku menaruhnya di sini!” seru seseorang yang tiba-tiba menyeruak di depan Kyuhyun.

“Ckck…lihatlah siapa yang datang?” remeh Kyuhyun.

“Kau puas, tuan Cho?”.

Kyuhyun berdiri dan meletakkan gelasnya di atas meja. “Tunanganku, bagaimana dengan harimu? Jadi kau sudah bisa bangun dari rengekkanmu itu untuk menemuiku?” Kyuhyun merentangkan kedua tangannya di udara. Mencoba bersikap menyebalkan untuk melecehkan kembali gadis di hadapnya.

“Kau brengsek, Cho Kyuhyun!” Lynn merangsek maju. Memukuli dada bidang Kyuhyun dengan kepalan kedua tangannya.

Kyuhyun tertawa lepas, menerima pukulan-pukulan yang tak berarti itu. Dia segera merubah mimik wajahnya menjadi dingin, dan menahan kedua tangan Lynn. Menatap gadis itu dengan sengit. “Ya, aku memang brengsek. Dan kau terlalu bodoh untuk terjebak dalam permainan pria brengsek ini?”.

Lynn memutar pergelangan tangannya hingga bisa terlepas dari cengkeraman Kyuhyun. Air matanya kembali menuruni pipi putihnya. Kali ini tanpa isakkan, karna dia bahkan tak sadar bagaimana bisa air mata itu meluncur mulus. Lynn melepas dengan paksa cincin di jari tengahnya. Menunjukkan di hadapan Kyuhyun. “Benar, aku memang bodoh bisa jatuh hati pada pria sepertimu,”.

Lynn menggerakkan tangannya dengan cepat. Melemparkan cincin tersebut ke sembarang arah di kamar itu. Menimbulkan bunyi berdenting ketika cincin itu menubruk lantai yang entah di mana. “Harusnya aku membuka mataku sejak lalu. Aku benar-benar mengutuki diriku yang bisa jatuh cinta padamu,”.

Kyuhyun menatap Lynn tajam. Terbesit rasa tidak suka ketika Lynn dengan gampangnya membuang simbol ikatan mereka. Terlebih, ucapan tajam Lynn padanya yang baru pertama kali didengarnya. Tangannya terkepal di samping, tapi sejenak kemudian dia menarik tubuh Lynn.

Kyuhyun mencium Lynn dengan kasar. Menekan dengan sangat tengkuk Lynn ke arahnya saat gadis itu memberontak dengan memukul-mukul dadanya. Digigitnya bibir Lynn karena gadis itu terus menolaknya saat dirinya mencoba menjamahnya lebih dalam. Membuat rasa asin terbaur dalam ciumannya.

Dia melepas tautan bibirnya ketika oksigen di paru-parunya menipis. Menyeringai ketika menatap wajah kacau Lynn.

Lynn mengangkat sebelah tangannya untuk menutupi bibirnya. Matanya sudah penuh dengan linangan air mata. Wajahnya memerah akibat emosi dan kesedihan yang ditanggungnya. “Kau benar-benar pria brengsek yang tak lebih dari binatang!” kalap Lynn. “Jika kau berharap menyaingi Siwon Oppa, itu hanya ada di mimpimu. Kau tak seujung kuku pun lebih baik darinya!”.

Kyuhyun mengepalkan tangannya. Menyalurkan semua emosinya ketika mendengar hinaan dari Lynn. Terlebih lagi itu menyangkut dendam pribadinya dengan pria bernama Choi Siwon. “Shut up! or I’ll make you shut your mouth up!”.

“So disgusting!”.

Kyuhyun merangsek maju, mengangkat tangannya. Tinggal sekali ayunan saja, dia dapat menghantam pipi  Lynn. Tapi tangannya terasa kaku di udara. Seolah ada yang menahannya dan merasa tak rela jika dirinya menampar gadis di depannya.

Wajah Lynn menegang seketika. Matanya membulat, melihat tangan Kyuhyun yang menggantung di udara. Pandangannya teralih pada wajah Kyuhyun yang menyorotkan kemarahan yang sangat. Kelebat-kelebat masa lalunya mendesak hadir di otaknya. “Dad-dy…”.

Dengan cepat, otak Lynn mereka ulang rangkaian kisah kelabu keluarganya. Bagaimana sang ayah menampar ibunya beruang kali ketika mabuk. Bagaimana pipinya memanas dan membiru saat tamparan itu mengena juga di dirinya. Menyisakan luka yang teramat dalam yang beberapa tahun belakangan sedikit demi sedikit mampu ditutupnya.

Nafas Lynn tersengal. Dia melangkah mundur sedikit demi sedikit. “Jangan…jangan…” racaunya.

Kyuhyun menautkan alisnya. Tak mengerti dengan perilaku Lynn yang tiba-tiba berubah menjadi ketakutan. Dia masih diam dan mengamati Lynn yang terus bergerak mundur.

“ARGHHH…” Lynn berteriak histeris. Kedua tangannya terangkat melindungi kepalanya.

“YA!” sentak Kyuhyun yang tak mengerti.

“Lynn?” panik seseorang yang tiba-tiba muncul di ambang pintu. “Kau!” tunjukkan pada Kyuhyun. Dan untuk pertama kali, pria itu memberikan pukulan pada adiknya. Membuat Kyuhyun terjengkang ke belakang.

“Lynn…Lynn…” Siwon mengguncang bahu Lynn. Menyadarkan dari tangis Lynn dan teriakan-teriakan histeris gadis tersebut. “Lynn, lihat aku. Ini Oppa,”. Tanpa pikir panjang, Siwon membopong tubuh Lynn keluar dari nerakanya.

***

Siwon mengusap lembut kepala gadis yang masih terlelap. Memandang dengan sendu syarat kepedihan pada diri sang gadis. Secara tak langsung, dirinya juga mempunyai andil menyakiti gadis tersebut. “Wake up, girl,” serunya seraya mencubit hidung sang gadis.

“Errghh,” Lynn menggeliat pelan. Mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang menusuk retina matanya. “Siwon Oppa!” dirinya langsung bangun terduduk. Terkejut dengan kehadiran Siwon di kamarnya. “What on earth are you doing here?”.

Siwon terkekeh melihat rambut Lynn yang masih terlihat acak-acakan. Meski diakuinya, gadis berambut panjang itu tetap terlihat manis. “Bergegaslah, aku tak ingin menunggu lama,” Siwon melirik arlojinya.

Lynn sedikit memanyunkan bibirnya. “Memang kita akan kemana?”.

“Eommonim meresmikan café-nya hari ini. Aku ingin kau datang bersamaku,”.

Mimik wajah Lynn berubah. Wajah bangun paginya tergantikan dengan tatapan kosong. Pedih itu kembali menggerogoti ulu hatinya. Tidak, dia belum sanggup berhadapan dengan Kyuhyun setelah pertengkarannya seminggu lalu.

Siwon menepuk pelan puncak kepala Lynn untuk menyadarkan gadis tersebut. “Bangkitlah. Tunjukkan padanya jika kau bukan gadis lemah yang bisa disakitinya,”.

“Oppa…”. Lynn masih ragu apakah dia bisa melakukannya. Pengaruh Kyuhyun teramat besar.

“Aku janji akan selalu di sampingmu,”.

***

“Lynn,” wanita cantik paruh baya itu menyambutnya dengan hangat. “Kau cantik sekali hari ini. Bagaimana kabarmu, Sayang?”. Senyum merekah, menghiasi wajah keibuannya. Sedetik senyum itu pudar ketika menyadari ada yang hilang dari jemari Lynn.  Tapi, wanita ini cukup bijak menanggapinya. “Kau datang dengan Siwon? Kemana bocah nakal itu?”

Lynn hanya tersenyum. Tak tahu harus menjawab dengan kata apa. Andai wanita, ibu Kyuhyun, ini tahu yang sebenarnya, bukankah itu sangat menyakiti hatinya. Di usianya yang mencapai 43 tahun, tidakkah itu akan menjadi kejutan yang mengerikan.

“Maaf karna kami datang terlambat, Eomma,” Siwon ganti memeluk Eommanya.

“Tak apa, Wonnie. Baiklah, kau bawa Lynn berkeliling,” Ny. Choi menepuk lengan putranya pelan. “Kurasa kau akan menyukai sudut luar café ini, Sayang. Siwon sendiri yang mendesainnya,” kerling Ny. Choi pada Lynn.

Lynn mengitarkan pandangnya pada eksterior taman minimalis di luar café. “Ini sungguh luar biasa, Oppa,” pujinya. Direntangkan kedua tangannya ke udara, mencoba memasukkan oksigen sebanyak-banyaknya. Mengurangi sesak yang seminggu ini menghuni dadanya.

Namun, sepertinya nasib baik sedang tak berpihak padanya. Lengkung senyumnya berubah mendatar saat matanya menangkap sosok lelaki tak jauh dari tempatnya duduk. Cho Kyuhyun. Memang siapa lagi yang bisa merubah moodnya secara drastic.

Tanpa Siwon menoleh pun, dia tahu apa yang terjadi. Tangannya terangkat, menyentuh dagu Lynn untuk memalingkannya. “Lihat aku saja, Lynn. Jangan hiraukan kehadirannya,”.

Di sudut lain, Kyuhyun tersenyum kecut. Memergoki gadis ,yang menurutnya masih menyandang status sebagai tunangannya, sedang bercengkrama dengan hyungnya. “Cish,” desisnya sembari berjalan mendekat dan mengambil inisiatif duduk tak jauh dari kedua orang itu.

“Hey itu trik klise yang kau gunakan untuk membodohi gadis kecil umur 7 tahun,” seru Lynn ketika Siwon mengeluarkan sebuah koin.

“Tidak, kurasa gadis kecil itu masih sangat menyukainya,”. Siwon memainkan koin di sebelah tangan, menutup dan membolak-balikkan tangannya. Dan wush, koin itu menghilang. “Tebak dimana?”.

“Di lengan bajumu, Oppa,” Lynn mengetukkan telunjuknya di udara.

“Ehem,” Siwon menggelang dan menunjukkan lengan kemejanya. Kiri kanan yang kosong.

“Saku,”.

“Ehem,” Siwon kembali menggeleng.

“Ok, I’m give up,”.

Siwon mengulurkan tangannya. Menyentuh belakang tengkuk Lynn. “Here, I’m, Baby,”. Dia menarik dan mengeluarkan koinnya. Membuat Lynn tersenyum. Senyum pertama setelah kehancurannya.

Kyuhyun menatap garang pemandangan itu. Jujur, dia tidak suka Siwon menyentuh gadisnya. Persetan dengan perasaannya terhadap gadis itu dan luka yang sudah ditorehkannya. Dia menggenggam gelas di tangannya dengan amat erat. Tak peduli jika gelas itu pecah.

Di minggu ini, perasaannya terus bergemuruh tak tentu. Merasakan kesenangan dan kepedihan di saat bersamaan. Walaupun, dia tak akan pernah mengakui jika kesedihan itu akibat gadisnya. Baginya, Adelynn Lee hanyalah sebuah alat untuk menaklukkan Siwon. Tak lebih. Dan tak ada yang spesial.

Kyuhyun mengangkat tangannya saat menemukan salah satu gadis kenalannya. Mengisyaratkan pada sang gadis untuk mendekat. Tanpa aba, Kyuhyun menarik gadis itu hingga jatuh dalam pelukannya. Melumat bibir gadis itu. Dan tersenyum samar di tengah ciumannya saat menangkap sosok Lynn.

Oksigen Lynn menghilang tiba-tiba. Bahunya bergetar, perlahan tapi pasti bulir bening menyembul dari sudut mata. Sejak pertengkarannya dengan Kyuhyun, dirinya menjadi sangat rapuh. Mudah teraduk emosinya. Senyum dan tawa yang biasanya terukir di wajahnya, lenyap begitu saja.

Siwon merapat maju ke arah Lynn. Menenggelamkan wajah Lynn di dadanya. Menelingkupi tubuh mungil itu. Mungkin dia salah membawa gadis itu di sini. Membiarkan lukanya yang belum mengering terguyur air garam.

***

Sudah dua jam berlalu, dan Siwon masih setia di samping gadis kecilnya. Menemaninya bersedih, membiarkan kemeja bermerk-nya basah karena air mata gadis tersebut. Dia diam, menyesali keputusannya membawa Lynn di peresmian café Eommanya.

Seminggu ini dirinya amat kenyang melihat Lynn yang seperti mayat hidup. Air muka ceria tak pernah hinggap di wajahnya selama minggu ini. Bahkan jika diteliti lagi, fisik Lynn menurun. Mengakibatkan tubuh itu terlihat sedikit lebih kurus.

Siwon melonggarkan pelukkannya. Meraup wajah Lynn dengan kedua tangannya. Sungguh batinnya tersiksa melihat mata kesukaannya memerah, mengeluarkan kepedihannya. Dia tak sanggup melihat gadis kecilnya terluka lagi. Cukup sampai di sini batas kemampuannya.

Ibu jarinya membuat gerakan horizontal di bawah mata Lynn. Menghapus air mata yang masih deras membanjir. Siwon menatap gadis itu dalam. “Dengar aku, Adelynn Lee. Suka tidak suka, mau tidak mau, lusa kau terbang ke Singapore,” tegas Siwon.

Lynn tak mampu menjawab. Dia paham benar arti ucapan Siwon. Jika Oppa sekaligus teman kecilnya itu sudah memanggil nama lengkapnya, berarti dia tidak ingin dibantah. Mata birunya menatapi punggung Siwon yang beranjak menjauh dari kamarnya.

***

Kyuhyun memijat keningnya pelan. Sudah satu botol red wine ditegaknya, namun belum jua membuat moodnya membaik. “Gezz,” desisnya ketika sebuah tangan lentik mulai menggerayang tubuhnya.

“Wae-yo?” sang pemilik tangan memberikan tatapan genit, ala wanita penggoda, karna Kyuhyun dengan sedikit kasar menghempaskan tangannya.

“Pergi,”.

“Wae?” sang wanita tanpa kenal lelah menempeli mangsanya. Memainkan kerah kemeja Kyuhyun.

“Apa kau tak mengerti arti kataku?” ucap tajam Kyuhyun dengan mencekal tangan wanita itu. “Pergi dari hadapku, sebelum aku bertindak kasar,”.

Syukurnya, otak wanita itu masih terletak di tempatnya. Dia beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri. Melihat betapa menghujam tatapan lelaki itu, dia memilih mencari mangsa lain.

***

Kyuhyun memukul dengan keras kemudinya. Memorinya memutar ulang masa kecilnya. Keluarga yang lengkap dimana ada sosok appa, eomma, kakak perempuan, dan dirinya. Dan pada waktunya, keluarga itu pecah karena perceraian appa dan eommanya. Kyuhyun kecil tidak mengerti apa yang terjadi. Kala itu, dia hanya bocah yang bisa menangis saat eomma membawa dirinyanya berpisah dengan appa dan kakak kesayangannya.

Dia benci fakta pernikahan eommanya dengan seorang pebisnis handal. Pemilik Hyundai Corps. Menuding bahwa kehancuran keluarganya dikarenakan lelaki bermarga Choi itu. Rasa bencinya berlipat setiap harinya karna keberadaanya di hati eommanya merasa tersaingi dengan putra suami eommanya. Lelaki yang selalu unggul di segala bidang.

Terakhir, bayangan Siwon di café baru ibunya, menambah daftar penyebab moodnya turun drastic. Melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana pria itu memeluk gadisnya. Menenggelamkan Lynn ke dalam pelukkan protektifnya.

Kyuhyun bahkan tidak pernah menyangka jika melihat gadis itu bisa membuatnya memburuk. Tidak, dengan jelas dia tegaskan bahwa dia tidak jatuh hati atau pun mencintai gadis yang setahun belakangan mengisi harinya. Perasaan itu terlalu menjijikkan baginya.

Diinjak pedal gasnya, membuat Lamborghini Aventador J itu terpacu cepat membelah udara. Kyuhyun mengemudi dengan kesal. Untungnya, dia berada di jalan bebas hambatan pada dini hari. “ARGHHH,” dia mengacak rambut coklat tuanya.

***

“Oppa, lihat itu,” teriak seorang gadis dengan riang. Tangan lentiknya menunjuk ratusan bahkan mungkin ribuan dandelion yang tertiup angin. “It’s so amazing, right?” tangannya bersatu di depan dada, sedang mata birunya sibuk mengagumi keindahan sore itu.

“Hem,” sebuah tangan melingkar dari belakang di pinggang sang gadis. “That so beautiful, Lynn,” gumamnya tak jelas. Apakah memuji ribuan dandelion itu, ataukah gadis dalam dekapannya. “And this girl also,”.

“Kyuhyun Oppa!” bibir Lynn merenggut kesal.

“Why? Am I wrong?” Kyuhyun memutar tubuh gadis itu hingga menghadapnya. Oh, bagaimana dia bisa tahan melihat wajah manis tunangannya tersebut. Ditundukkan kepalanya, memberikan kecupan singkat di bibir mungil Lynn.

“Oppa, tunggu sebentar, OK?” Lynn mengubek-ubek tasnya. Dia berjalan menjauhi Kyuhyun sembari sibuk mensetting kamera Polaroid miliknya. Tubuhnya memutar menghadap Kyuhyun. “Oppa, ciss…” serunya mengangkat kameranya di depan wajahnya.

Kyuhyun tersenyum miring andalannya. Dia menikmati waktu bersama gadisnya yang sangat jarang diperolehnya karna kesibukkannya di kantor. Memuaskan matanya pada eksistensi sang gadis.

Lynn bukan tipikal gadis yang sangat feminis dengan high heels dan acessoris branded lainnya. Dia lebih nyaman memakai flat shoes, kemeja atau kaus, dipadu jeans atau skirt. Mata biru yang selalu berbinar, senyum mengagumkan yang selalu melengkung di bibirnya, juga, rambut panjang hitam legam yang ikal gantung di ujungnya, menambah poin plus dirinya.

“Why didn’t you smile?” Lynn kembali memberangut melihat hasil fotonya.

Kyuhyun berjalan mendekat dan sedikit terkikik dengan sifat manja tunangannya. “Sini, kuajari kau bagaimana membuatku tersenyum,” ucap Kyuhyun dibarengi tangannya yang mellingkar di pinggang Lynn.

Mata Kyuhyun terbuka tiba-tiba. Nafasnya teratur. Dia bangun dari tidurnya dan mengusap wajahnya. Kepalanya masih sedikit pusing akibat wine yang ditegaknya. Mimpi indahnya harus buyar karena dirinya terbangun. Dilirik jam digital di meja kecil samping ranjangnya: SUN. 04/22/12. 09.00.

Dengan sumringah diseret kakinya menuju ruang makan kediaman keluarga Choi. Kosong. Tidak dijumpai seorang pun di sana, kecuali kepala pelayan keluarga Choi. Padangannya masih mengitari pelosok ruangan. Mengantisipasi keberadaan seorang gadis yang akan berlari menyambutnya dengan morning kiss ketika bangun. Tidak ada. Kyuhyun mengernyit heran, tak biasanya Lynn absen di Minggu paginya. “Dimana semua orang, Tuan Kang?”.

“Tuan dan Nyonya berangkat ke Italy kemarin sore. Tuan muda Choi Siwon pagi ini juga pergi ke Singapore,” terang tuan Kang.

Kyuhyun memiringkan kepalanya. Dia mengangkat sendok dan mulai menyuapkan makanan ke mulutnya. Seingatnya, ayah tirinya memang pernah mengatakan akan bekerja sama dengan investor asing Negara asal cerita romance Romeo-Juliet. Kyuhyun melambatkan kunyahannya. “Singapore? Bukankah tidak ada even apa pun di Negara itu?” dirinya mengingat-ingat.

Walau statusnya hanya sebagai putra tiri, tapi tuan Choi tetap memasukkan Kyuhyun pada daftar ahli warisnya. Memberikan kedudukan tinggi sejajar Siwon. Ingin melihat kedua putra kebanggaannya meniti karir. Belajar mengembangkan perusahaan.

“Ah, apakah Tuan muda Choi Siwon tidak memberi tahu?” terlihat tuang Kang yang sedikit ragu mengatakannya. Dia adalah asisten keluarga tersebut, jadi sewajarnya jika dirinya tahu agenda setiap anggota keluarga Choi. “Tuan muda mengosongkan jadwalnya hingga senin nanti. Dia menemani Nona Adelynn untuk mengurus risetnya di Singapore,”.

Kyuhyun tersentak. “Apa maksudmu?”.

“Sepengetahuan saya, nona Adelynn menerima beasiswa untuk melakukan riset dan menyelesaikan thesisnya di National University of Singapore,”.

Kyuhyun memijit keningnya dan tersenyum miris. Ada lubang yang tiba-tiba ternganga di dadanya. Dia melupakan kenyataan bahwa dirinya sudah kehilangan Lynn seminggu lalu. “Menghindariku, Lynn?” geram Kyuhyun pada dirinya sendiri.

***

“Karena menghindar bukan berarti kau kalah. Terkadang, mundur dari medan perang adalah pilihan terbaik. Memberikan waktu pada kita, menata strategi dan memulihkan tenaga. Dan aku ingin, kau melakukannya Lynn. Menghindarlah. Tata kembali hidupmu, hingga kau bisa menatap kembali dunia dengan senyummu,” – Choi Siwon.

TBC*

 Note: Hai2. Aku kembali membuat another story Kyu-Lynn. Semoga masih bisa dinikmati oleh kalian semua. Mian kalau akhirnya ini malah jadi fail.

 

195 thoughts on “[Twoshot] A Misery in Love [1]

  1. Anitaa says:

    Nice Fanfiction.

    Tanpa sadar, Kyuhyun jatuh hati pada Lynn. Terlepas dari alasannya melamar Lynn hanya untuk menyakiti Siwon. Kyuhyun hanya melihat peluang saja tanpa memastikan hatinya.

    So, apa yang akan dilakukan Kyuhyun?

  2. chenphy says:

    “Karena menghindar bukan berarti kau kalah. Terkadang, mundur dari medan perang adalah pilihan terbaik. Memberikan waktu pada kita, menata strategi dan memulihkan tenaga. Dan aku ingin, kau melakukannya Lynn. Menghindarlah. Tata kembali hidupmu, hingga kau bisa menatap kembali dunia dengan senyummu,”

    suka bgt sama kalimat nie.. ff ini lama bgt ya ternyatan ku br baca,,busyett dah..
    hehehehheee..
    mksh ya udah boleh baca..

  3. Cho kyuhyun brengsek!! aaah nangis baca ff ini:'( Lynn udah sama siwon aja jangan sama kyuhyun yg brengsek! sebeeeel kyuhyun ko bisa sejahat itu sama Lynn? Choi siwon aaaah i love u oppa!! kamu ga salah apapun tapi ttp ngerasa bersalah.. aaah bener2 bikin nyesek ffnya

  4. Suka sama peran Kyuhyun disini, apalagi karakternya, ngegemesin banget. Walau ide cerita yg hampir kaya gini udah banyak tp tetap aja suka, apalagi cara penulisannya yg keren, makin kagumlah. nice:’)

  5. HalcaliGaemKyu says:

    Aku rasa kali ini aku bener baca ff sesuai urutannya hahahah…
    Semoga chingu gk marah ya krn ff nya dibaca ngacak kidul gini.

    Ff yg ini. Pertama. Ff nya keren bgt!!!
    Jd itu karakter kyuhyun. Jahat bgt kamu kyu..
    Aku setuju klo lynn pindah dan menjauh untuk sementara waktu.
    Sebenernya kyu itu suka sm lynn cm lom nyadar aja dia.
    Feelnya dpt bgt! Keren! Dan berasa bgt waktu kyu nyakitin lynn.
    Pokoknya daebak bgt deh!
    Lanjut ya

  6. Guixianra says:

    Ck! Kyuhyun kok jahat banget si sama Adelynn, kamu tau gak Kyu ? Dia itu sangat mencintaimu. Kamu baru menyadari, kau merasa kehilangan dan merasa sesak, setelah ditinggal Adelynn ? Jangan sampai kau menyesal, Kyu. Jadi itu mengapa Kyuhyun tidak menyukai Siwon sedari kecil, karena merasa merebut perhatian Eommonim, menganggap Tuan Choi sebagai biang nya dari keretakan kedua orang tuanya ?… Eonni, emosi, feel nya dapet banget, dan juga aku merasakan apa yang Adelynn rasa. #Eaaaaa *batuk*😀

  7. kyu's heartbeat says:

    aku benci harus menangis . . *hold tears*
    ceritanya menarik . konfliknya dapet wlpun kurang detail dikit.
    cho kyuhyun . . . suka sm karalyernya dia yg disini.
    siwon . . . oppaaaaa . . . ya ampun aku jatuh hati sm oppa berhati malaikat ini.
    lynn . . apa ya . . karakternya udah bagus tapi ada something missing n aku blm nemuin itu apa.
    semoga bisa nemu pas baca next partnya🙂

  8. Can says:

    Ini ya, ff yang katanya di plagiat…..???
    Tp Aku belum baca hasil ‘plagiatnya’….

    Hualah…

    Bagus thor, walaupun idenya juga udah aga umum tp bahasa dan penulisannya rapi dan aga seneng cast.y siwon kalau donghae kan kasian kalah terus dr kyu-kyu…..

    Part.2 pake PW…?
    Hmm, can i get it….?
    Jebal-jebal😉
    in this e-mail
    permadanicandrasari@yahoo.com

    thank you before and keep writing…

  9. chella cho says:

    Kyu kejaaam T_T
    jiia jiia,cemburu ni ye tuan cho sm siwon oppa😀
    ternganga lubang dihatimu tuan cho *baru kerasa kan karmanya😛

  10. Yess07 says:

    Waaa lyn udah suka kyu dari lama yaa..
    Love at 1st sight hahahaha
    Tapi kenapa kyu nya tega bgt gt???
    Kasian lyn..
    Udah lyn sm siwon oppa aja ya haha
    Aku mau lanjut baca part 2 nya on..
    Nice ff.. Keep writing🙂

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s