[Redesign] Others’ Poster


From this :



Become this:

or become BW version:

Call me childish, but anyone can be hurt if someone say that his/her critique was a rubbishy. It’s not meant to be arrogant. Just wanna show off that i can do my critique. But, design is about personal taste.

1. Warna layer Yesung dan Hyeni kontras. Jadi kurang menyatu.

2. Teks yang tersebar

3. in —> like. Teks yang tidak beraturan menambah kesan rumit.

4. Batas antara layer Hyeni dan background kentara. Penggabungan kurang sempurna.

5. Gambar yang terkesan menggantung. Solusinya, diberikan lines.

6. Warna yang sedikit kurang berani.

Will be deleted in — days. Just for share. And not meant to be arrogant. Everyone have their own taste on graphic design. So, this is just what i thought. But, maybe anyone rather to choose the original poster. And The original is a good enough. ^^

16 thoughts on “[Redesign] Others’ Poster

  1. Deliberately didn’t delete this post, just to make that i can do it. Some people just look into it. And making the stats higher.

    My friends said to me:’Terkadang perlu bagi kita menutup telinga atas apa yang orang lain katakan’. Dan sudah jelas untuk siapa yang (my friends) maksudkan.

    Dan saya memutuskan untuk melakukannya.

  2. Sebenarny bkn kapasitasku utk mengkritik ato memberi saran ato bilang yg benar siapa dan yg salah siapa.

    Jujur saja q ga tau soal photoshop ato edit mengedit foto seperti yg kalian bisa dan q ga bisa menilai siapa yg lebih baik diantara kalian.

    Tapi q cukup bangga sm kalian, kalian mempunyai pengetahuan seperti itu dpt kalian apresiasikan ilmu kalian kpd orang lain.

    Berbeda pendpt itu biasa, yg penting tujuannya sama yaitu menghasilkan karya yg terbaik menurut kalian.

    Dan juga kalian hrs siap menerima kritik ato saran, baik itu yg membangun ato yg menjatuhkan kalian. Karena karya kalian itu akan dinikmati org byk.

    Ayo kita bersama2 memajukan perFFan indonesia, krn kita Bhineka Tunggal Ika.

    Maaf ya bukannya q sok bijak ato apa tapi ini adlh isi hatiku yg seorg reader.

    Salam damai, “Damai Itu Indah”

    • Gomawoyo eonni-ya. Aku sudah mencoba bersikap sopan, tapi yah nyatanya tidak demikian dengannya. Entahlah, aku sendiri merutuki diri sendiri karna berdebat masalah sepele seperti ini.

    • oya, masalah desain, itu aku pikir personal taste. Aku hanya ingin tahu bagaimana harusnya aku ngomong eonni. Apakah kritikanku ke dia kasar, atau gimana?

      Selama ini kan cuma adekku (dan temen2nya) yang kasih masukkan. Kenapa tanya eonni? hanya ingin tau pendapat yang lain saja, seorang yang mengenalku secara maya saja.

      Gomawoyo sekali lagi.

    • Heh, she’s really leave a bad taste on ur mouth. I wish God also forgive her and her cockiness.
      May you take it as ur lesson, DON’T be arguing with swollen head person.

      and…. I wish, one day, she can open her eyes and her ear and her brain widely to accept others criticism.

  3. Wow, the conflict become worse.
    Kenapa aku mengubah desain? karena : masalah masking bukan wilayah kritikanku, jadi aku memang tidak care sama masking. Itu mengapa desain dulu, kurang (banget) di maskingnya. Dan itu kubuat kebut, hanya untuk menunjukkan mana aja yang aku kritik.

    Kenapa aku desain lagi? karena : hanya membuktikan, that i can do it more than what i did before.

    Kenapa aku malah komen di blogku sendiri? bukan di blog (dia)? karena : tidak mau memperpanjang masalah. Menoreh luka di hati itu tidak bisa disembuhkan, tidak seperti luka raga yang akan hilang.

    Kenapa tidak mau menanggapi? karena : aku berpikir bahwa sifat seperti (dia) tidak bisa untuk luruh dalam sekejap. Semua butuh proses dan waktu. Dan aku menyadari bahwa aku juga egois dan kekanakan. Aku pun masih butuh belajar, karena nyatanya graphic design bukan konsentrasi studiku.

    Untuk Connie: maaf ya cingu, kamu jadi keseret-seret.
    Untuk Junhoo: makasih.

      • Yes i know, thought that ‘Gezz, i had words with someone just for damn things like that’. God, I must be so stupid. Really stupid. I regretted what i did. Truly, i hate to said it. But, in that time I consider that I was in mad. Breathe in, breathe out. Just throw to the dogs

        And now, even I deny, I still thoughfull about it. Let it flows, may Allah forgive our faults.

      • Makasih, itu cuma untuk membuktiktikan kalau aku bisa melakukan kritikku.

        Sebenarnya, yang kedua dan ketiga itu, kelemahannya di wajah Yeppa yang terlihat glowing banget, Tapi berhubung aku udah malas banget editnya, jadi tak biarin.

        Silakan kasih masukan jika ada yang masih kurang. Karena secara keseluruhan, aku sudah tidak suka dengan tata letak dan konsep desainnya.

        Gomawoyo, cingu-ya. Jadi, kamu baca perselisihanku ma LUM*E?
        hehe..

  4. Junhoo says:

    Menurut aku memang lebih bagus yg kedua dan ketiga sih, Mian tapi menurut aku lebih rapi dam warnanya masuk jadi satu🙂

    Sabar ya authornya gak usah dimasukin ke hati kata-katanya dan aku juga ga nyangka kalo lumie sampe bilang begitu

    • Makasih ya buat appreciate-nya. Semua ku jadikan sebagai pembelajaran saja, cingu. Mungkin memang aku harus mengoreksi kata-kata kritikanku agar lebih halus. Tadinya memang sakit hati, tentu saja setiap orang kan merasa demikian ketika kritikannya dibilang kosong. But well, now it’s over.

      GOmawoyo cingu-ya.

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s