Life Exchange [2nd Soul]


LIFE EXCHANGE: 2ND SOUL

By:

Lil sist

Cast:

Kris Wu

Jocelyn Kim

Genre:

Fantasy

PG-Rating:

All ages

***

Author POV

Jocelyn-ssi, have you given the document that I gave you to Mr. Kim?” Tanya Kris tanpa mengalihkan tatapannya sedikit pun dari berlembar laporan yang kini telah tertumpuk rapi dihadapannya.

Yes, I have.”

Good. Thank you.”

Suara ketukan pintu menghentikan sementara  kegiatan mereka, Kris dan Jocelyn. Tak lama kemudian seorang pria dengan tinggi sekitar 178 centimeter memasuki ruang kerja Kris.

“Maaf karena telah menggangu, Sajangnim.”

“Tidak, tidak sama sekali, Suho-ssi. Ada yang ingin kau sampaikan?”

“Saya telah melakukan apa yang Anda perintahkan kemarin. Menanggapi penolakan dari Sajangnim, Tuan Han menghendaki bertemu langsung dengan Anda.”

Mr. Han? Is he Han Corporation’s CEO.

Yes, you all right. Apakah Sajangnim menghendaki untuk bertemu dengan beliau.”

Kris meletakkan pena yang sedari tadi dipegangnya. “Jovelyn-ssi, apakah schedule-ku untuk minggu ini penuh?”

Jocelyn men-swap tablet miliknya, mata cokelatnya menelusuri setiap schedule yang telah ia susun rapi untuk atasannya tersebut. “You have a free time on Wednesday, Sajangnim.”

“Tolong buatkan aku schedule untuk bisa bertemu dengan Tuan Han.” Pinta Kris pada asisten pribadinya tersebut.

“Suho-ssi, beritahu Tuan Han bahwa aku bersedia menemuinya secara langsung.”

“Ne, Sajangnim.”

***

Kris POV

Kujinjit perlahan kakiku saat memasuki kamar Ann. Kutarik perlahan buku yang sedang dibacanya.

“Oppa!” teriak Ann.  Ann menyingkap selimutnya, dia berdiri dan diangkat kedua tangannya untuk mencoba merebut buku yang sedang kupegang. “Oppa, give it back to me.” Ann berjingkrak-jingkrak kecil untuk meraih bukunya. “Oppa…” rengeknya

You have to drink much more milk, dear.”

Why.” Tanya Ann dengan memiringkan sedikit kepalanya dan menampilkan muka innocent-nya.

“Agar kau bertambah tinggi. Don’t you see? You’re too short.” Godaku

Ann mulai mengerucutkan bibir mungilnya. “Ya! I’m not short, I’m just tiny…” ucap Ann dengan penuh kepasrahan.

Kuletakkan buku Ann di meja kecil disamping ranjangnya. Kemudian kutautkan tangan kiriku dilipatan lutut Ann, sementara tangan kananku menyangga punggungnya. Kuangkat gadis kecilku kembali ke bed-nya, kusingkapkan kembali selimutnya. “Have you eaten your medicines?

Ann mengangguk kecil.

“Buku apa yang kau baca hari ini, dear?” tanyaku sembari meraih buku Ann. “A Christmas Carol?” ucapku setelah melihat judul yang tertera di cover novel milik Ann.

Sekali lagi kulihat Ann mengangguk kecil. “Can you tell me about its plot?

Yes, of course.” Jawab Ann dengan penuh semangat. Dia selalu bersemangat saat kuminta menceritakan tentang buku yang dibacanya. Hanya ini yang dapat Ann lakukan, membaca novel klasik. Dia terlalu rapuh untuk sekedar merasakan hembusan angin pagi.

“Ini bercerita tentang seseorang yang tidak percaya Christmas…”

Man or woman?” potongku

Please don’t interrupt me whenever I tell you the story, oppa.

Aku terkekeh pelan. Inilah Ann, dia selalu marah jika aku menyelanya saat dia menceritakan sesuatu.

“Dia bernama Scrooge. Karena dia tida percaya pada Christmast, kemudian ada tiga hantu yang mendatanginya dalam satu malam.”

Three ghosts in one night! Oh my God.” Ku telangkupkan tangan kananku tepat di depan dibibirku, dan kupasang ekspresi kaget dan takut semeyakinkan mungkin.

Yup. They are the Ghost of Christmas Past, Ghost of Christmas Present and Ghost of Christmas Future.

Kusanggakan dagu pada kedua tanganku dan kudengarkan dengan seksama setiap potongan cerita yang keluar dari mulut Ann.

And…Finally Scrooge believes on Christmas.” Ann mulai mengakhiri ceritanya.

Oppa! Are you sleeping?” Ann menggoyang-goyang pelan lenganku

No, I’m just thinking while listening to your story.” Jawabku sekenanya.

Liar. I can clearly see that you’re sleeping. Now, it’s oppa’s turn?”

For what?”

Tell me what you did today.”

As usual, dear. Meeting, meeting and meeting again.”

Aiss…your life is so dull, oppa.”

Aku terkekeh ringan dan mengacak rambutnya pelan.

“Oppa…”

“Em…”

This year…can I celebrate Christmas?”

Desiran itu kembali datang menghantam ulu hatiku. Ketakutan akan kehilangan Ann kembali menyerangku. Kutarik nafas dalam-dalam sebelum kuberikan jawaban padanya. “Of course dear, you can. We will celebrate this Christmas together. I promise.”

But, I’m afraid Oppa. I’m afraid if God take me before Christmas comes.”

Kembali kutarik nafasku dalam-dalam, bahkan lebih dalam dari sebelumnya. Tak kubiarkan air yang kini telah tertampung di mataku menetes begitu saja. Aku tidak mau terlihat rapuh di depan Ann, karena aku adalah satu-satunya sandaran Ann saat ini.

No, don’t say like that, honey. I won’t let God take you easily. I’ll protect you till the end…

Untuk sesaat kami membisu. Hatiku terlalu ngilu untuk melanjutkannya. Hanya tiga kalimat itu yang dapat aku katakan agar Ann merasa lebih tenang.

It’s late night, you have to sleep now.” Ucapku untuk memecah keheningan.

Please stay here until I’m fall asleep, oppa.”

I will.”

Kuusap lembut puncak kepala Ann. Disetiap usapan itu aku memohon agar Tuhan memberikan Ann lebih banyak lagi kesempatan. “God, please gives this little girl one more chance. Berilah dia kesempatan untuk merasakan setiap nafas yang telah Kau hembuskan padanya.”

***

Author POV

Di salah satu ruang di, seorang pria berumur diakhir 50an terlihat duduk, dari gerak-geriknya sudah dapat dipastikan bahwa dia sedang menunggu seseorang. Dibelakangnya berdiri seorang pria berkaca mata yang selama ini telah bersedia setia untuk menjadi tangan kanannya.

“Young Wan, apakah sudah kau sudah pastikan bahwa dia akan datang menemui kita?”

“Ne, Tuan Han. Tangan kanannya sendiri yang telah memberikan konfirmasi bahwa atasannya akan datang.”

“Bagus. Aku hanya ingin memastikan.”

Waktu terus berjalan, sementara orang yang Tuan Han tunggu belum terlihat kedatangannya sama sekali.

“Cheosonghamnida Mr. Han karena telah membuat Anda menunggu.” Terdengar suara seseorang yang hampir 20 menit ini dia tunggu.

Ah…Kris-ssi, have a seat.” Tuan Han berdiri dan menunjuk sebuah kursi yang bersebrangan dengan kursi dimana dia duduk sekarang.

Thank you, Mr. Han. Once again, I’m so sorry for making you waiting for me.” Kris setengah membungkuk sebagai tanda permintaan maafnya sebelum akhirnya dia duduk di kursi yang telah disediakan oleh Tuan Han.

“Kau tidak perlu meminta maaf Kris-ssi. You’re a busy person and I realize that.”

“Aku sangat berterima kasih karena seorang CEO muda yang hebat seperti Anda bersedia menemui saya.” Lanjut Tuan Han

“Anda tidak perlu merendah, Mr. Han. Anda juga seorang businessman yang sukses di Korea.” Balas Kris disertai kekehan khasnya. “Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda, Mr. Han. Apakah ini berkaitan dengan penolakan proposal yang telah Anda ajukan kepada J&K Corporation?” Tanya Kris tanpa basa-basi.

“Kris Wu-ssi, ternyata Anda adalah tipe orang yang kurang bisa bersab. Saya suka keterusterangan Anda.” Basa-basi Tuan Han sebelum dia memberitahu tujuan dia menemui CEO muda itu.

“Ini sama sekali tidak berhubungan tantang proposal yang beberapa hari yang saya ajukan. Saya dapat memaklumi jika Anda menolak proposal Han Corporation. J&K Corporation adalah kontraktor yang paling diandalkan saat ini, jadi saya rasa banyak proyek yang harus J&K Corporation selesaikan.”

“Terima kasih jika Mr. Han dapat memahaminya. Jika bukan tentang proposal yang Han Corporation ajukan, lalu apa yang Anda ingin bicarakan dengan Saya?”

“Saya hanya ingin mengenal lebih jauh seorang Kris Wu.”

What do you mean, Mr. Han? I don’t get the point about what have you said.”

I heard that J&K Corporation will be held shareholder meeting in the near time. Jika boleh jujur, saya ingin menjadi investor J&K Corporation. Untuk itu, saya ingin mengenal sosok Anda lebih jauh.” Tuan Han menyerutup coffee yang sedari tadi dia abaikan begitu saja.

“Kris-ssi tentu tau betul bahwa jual-beli saham bukanlah suatu permainan yang bisa dianggap remeh. Sedikit saja perkiraan meleset, ada sejumlah kerugian yang harus ditanggung. Saya, sebagai seorang businessman, tentunya tidak pernah mengharapkan kerugian sekecil apapun. Untuk meminimalisir hal tersebut, saya ingin tahu lebih lanjut apakah Anda adalah seorang CEO yang benar-benar berkompeten dibidang ini.”

“Saya juga seorang businessman, jadi saya paham betul maksud Mr. Han. Tapi, saya tidak pandai dalam menilai diri, silakan Mr. Han yang menilai saya.”

“Kris-ssi, saya harap Anda tidak tersinggung dengan perkataan saya sebelumnya.” Ucap Tuan Han sembari tertawa kecil. “Benar apa yang mereka katakan tentang seorang Kris-ssi, bahwa kemampuan Anda tidak dapat diremehkan. Saya sudah berpuluh-puluh tahun menggeluti dunia perbisnisan, hanya dengan melihat gaya bicara dan pembawaan Kris-ssi, saya sudah tahu bahwa Anda adalah tipe orang yang tegas dan bisa diandalkan. Semoga penilaian saya benar.”

Thank you for your praise toward me. Have you another matter that you wanna talk to me, Mr. Han?

No, I haven’t. You may leave first if you have another appointment.”

“Kalau begitu saya permisi, Mr. Han.” Kris sedikit membungkuk sebelum meninggalkan Mr. Han.

***

Kris POV

Segera kupasang handset saat Iphone yang kuletakkan sembarang di dashboard mobil berdering.

“Yeoboseyo..”

“Yeoboseyo, oppa.” Suara lembut menyapaku dari seberang  sana.“Have you done with your appointment?” lanjutnya.

Emm, Jo-ya. I’m on my way right now.”

Kupacu mobilku menuju ke sebuah cafe dimana Jocelyn sedang menunggu kedatanganku. Tidak lebih dari sapuluh menit, aku sudah tiba di Sunset Cafe. Cafe ini terletak di Dongjak Bridge, salah satu dari 24 jembatan yang melintasi Han River. Kami, aku dan Jocelyn, sering menghabiskan waktu bersama di sini.

Kulihat Jocelyn duduk manis memainkan smartphone yang ia geletakkan di meja. Kuberjalan berlahan dari balik punggung Jo, kutelangkupkan tanganku pada kedua matanya. Just a little surprise.

“Uhh…” Jo meraba-raba tanganku, berusaha untuk melepaskannya.

Oppa, don’t playing around. I know that it’s you.”

Kucondongkan tubuhku sehingga kepalaku kini sejajar dengan kepala Jo. Kukecup singkat pipi Jo.

Sorry, I’m late. Have you been here for a long time?”

Since 15 minutes ago.”

I’m sorry…I’m sorry…I’m sorry for making you wait for me, honey” Kupertemukan kedua telapak tanganku dan menggosok-gosokkannya pelan.

Umm…it’s okay, oppa. Is your appointment with Mr. Han run well?

Kuangkat kedua pundakku,”Yeah. I think it was run well.”

What are you talking about with…

“Ssst..sst…” Kuletakkan jari telunjukku di bibir Jo. “It’s our time, honey. Can we don’t talking about business?

Jo mengangguk pelan.

***

Kugandeng erat tangan Jo.  Kupadankan langkahku dengan langkahnya.

Hmmm….I always love this scenery.” Jocelyn memejamkan mata, direntangkan kedua tangannya. Dirasakan setiap helaian angin yang menerpa tubuhnya.

What? You always love me?”

Geez, I said I always love this scenery, oppa. Han River in the night is so damn beautiful. You see combination of million lights create wonderful scenery. You can also feel the wind and the water that could make you more relax.

So, you rather love the scenery than me? Okay, you should marry to the scenery.

Should I marry to the scenery? Okay, as you wish.

Kucubit hidung bangir Jo. “No, the one who deserves marry you is me. Note it.” Aku tatap langsung manik mata Jocelyn. Semburat merah tercipta di wajahnya. Kuputar tubuhku 90 derajat, sehingga kini aku berhadapan langsung dengan Jo.  Kutangkup wajah Jo dengan kedua tanganku,“Nothing could make me more relax except you, honey. Moreover, you are more beautiful than anything in this world.

Kurendahkan kepalaku sehingga Jo kini bertatapan langsung dengan wajahku. Dapat kurasakan deru hangat nafas Jocelyn. Kudekatkan bibirku di bibirnya. I kiss those lips tenderly. There are no passions in this kiss, just love. Love and longing are mixed well create an indescribable feeling. Tiba-tiba jantung berdetak lebih kencang dan kehangatan menyeruak ke seluruh tubuh, itulah yang aku rasakan ketika ‘indescribable feeling’ itu datang.

Kulingkarkan tanganku di pinggang Jo, sementara tangannya diletakkan tepat didadaku. Kucium perlahan bibirnya, dapat kurasakan Jo membalas setiap kecupan yang aku berikan.

Kulepaskan berlahan tautan bibir kami. Kusatukan. Dapat kurasakan deru nafas Jo sedikit berantakan. Kusatukan kening kami untuk beberapa saat. Sebagai penutup malam bersama Jo, kekecup singkat keningnya.

***

Author POV

Good morning, my little angel.” Kris duduk di pinggir ranjang milik Ann.

Sedikit demi sedikit Ann mencoba untuk mencoba membuka mata. Dikerjap-kerjapkan mata cokelatnya untuk beradaptasi dengan cahaya mentari pagi yang menyapanya.

Are you ready for today, my dear? Today oppa will accompany you to go to hospital. Aren’t you having treatment today?

Where is daddy Daddy? Today’s daddy’s turn to accompany me having treatment.

Daddy took the first flight to Japan. He has to solve some matters there.”

Ann masih terlihat enggan untuk meninggalkan bed-nya.

Let’s get up quickly.” Kris menyingkap selimut  dan mencoba menarik kedua tangan Ann. Tapi Ann masih tetap enggan untuk beranjak.”Oppa will use this method if you won’t wake up.

What’s method?

I will use this method.” Kris menyeringai sebelum dia menggelitik pinggak Ann.

Aaargh..oppa..hahahaha..please, stop tickling me…hahaha.” Ann mencoba memohon pada Kris disela-sela tawanya.

Before you wake up, I won’t stop doing this. Come one wake up!

Okay…okay. I will get down from my bed.

Good. Go take a bath and have your breakfast. Understand?

“Umm…” Ann mengangguk pelan.

***

Kris memapah Ann untuk memasuki ruang treatment.

Are you ready for today, Ann.” Tanya dokter Choi, dokter yang selama ini menangani Ann.

Of course, doctor. I always get ready.” Ucap Ann dengan penuh semangat.

Perawat mulai menyiapkan prosedur untuk treatment Ann hari ini.

“Kris-ssi, bisakah Anda menemui saya setelah treatment ini selesai.” Tanya dokter Choi

“Tentu. Saya akan menemui Anda setelah ini.”

***

Kris POV

Kris-ssi, have a seat.” Pinta dokter Choi ketika aku memasuki ruangannya. “Saya akan langsung ke topic  pembicaraan kita, Kris-ssi.”

“Tentu dokter.”

“Sudah hampir 3 tahun ini Saya menangani Annabelle, tapi dia tidak menunjukkan perkembangan yang significant. Sebaliknya, kesehatan Ann cenderung menurun akhir-akhir ini. Ini sudah maksimal, Kris-ssi.”

Doctor Choi, I beg you please save my sister. Saya tahu Anda bisa menyelamatkan nyawa Ann.” Mohon Kris pada dokter dihadapannya.

Dokter Choi menggeleng pelan.”Ini usaha maksimal saya, Kris-ssi. Saya sarankan Anda menemui dokter Kang.”

Doctor Kang? Who’s he.

“Beliau adalah dokter spesialis pathology. Dokter Kang mengambil spesialisasinya di Department of Phatology, Johns Hopkins University. Beberapa hari yang lalu beliau telah kembali ke Korea. Saya rasa beliau bisa membantu untuk menangani kasus Ann.”

Aku berpikir sejenak.”Kapan saya bisa bertemu dengan Dokter Kang? Demi Ann, saya bersedia menempuh jalan apapun.”

I’ll call doctor Kang soon. I’ll tell you more further in couple days.

Aku mengangguk sebagai tanda persetujuan.

***

 Aku mengantar Ann kembali ke rumah untuk kemudian aku pergi ke kantor untuk meneruskan rutinitas yang selama hamper dua tahun ini aku jalani.

“Apa ada yang mencariku selama aku pergi, Jocelyn-ssi?” Tanyaku saat melewati meja Jocelyn.

No, sir.”

“Baiklah. Silakan lanjutkan pekerjaanmu.”

Kris-ssi, wait for a minute.

Kubalikkan badanku saat Jo memanggilku.

How’s Ann condition? Is she okay?.

Sure, she’s pretty fine. You don’t need to worry. Is there another question?

“No, Sajangnim. Hanya itu yang ingin saya tanyakan.”

I’ll go to my office then. Ah…Jo-ssi, please ask Suho-ssi to come to my office.” Ucapku sembari memberi Jo sebuah senyum kecil.

***

“Bagaimana pergerakan saham J&K Corporation, Suho-ssi?”

“Sampai saat ini pergerakan harga saham J&K Corporation cukup tinggi, Sajangnim. Berdasarkan analisis grafik, saham kita masih dimungkinkan mengalami kenaikan.”

Aku membuka lembar demi lembar hasil technical analysis saham yang diserahkan Suho. “It’s good enough, Suho-ssi.

“Saya rasa pada shareholder meeting kali ini, akan banyak businessman yang berminat untuk membeli saham J&K Corporation.” Timpal Suho.

How about our preparation to hold shareholder meeting? Have you done it?

“Sudah hampir delapan puluh persen, Sajangnim.”

“Arraseo.”

***

Author POV

Hi, my name is doctor Kang. Are you Kris?” Sapa seorang dokter yang usianya hanya beberapa tahun lebih tua dari Kris.

Yes, doctor.”

Dokter Choi has called me couple days ago. Beliau meminta saya untuk menangani seorang pasien bernama Annabelle Wu. She’s your sister, right?”

Yes, she’s my sister.”

“Dokter Choi sudah memberikan semua catatan kesehatan Annabelle, tapi saya tetap harus memeriksa Annabelle secara langsung.” Dokter Kang melepaskan kacamata yang dikenakannya, “Well…tetapi untuk saat ini saya belum bisa memastikan apakah saya mampu menolong Ann.”

It’s okay, doctor Kang. You willing to examine Ann directly are such a great honour for us. Thank you.

***

Author POV

Is it the day? J&K shareholder-meeting, Young Wan?

“Yes, Sajangnim.”

Is it a good news for me?

“Tentu, Sajangnim. Kini Anda adalah pemilik 10% saham J&K Corporation.”

Tuan Han tersenyum tipis, “Jadi aku adalah shareholder terbesar kedua setelah Keluarga Wu.”

“Anda benar. Keluarga Wu masih memegang 55% saham J&K Corporation.”

Good job, Young Wan. It’s good enough for our first step. Your next job is calling Mr. Kim and Mr. Lee, tell them that I wanna met them.

“Baik, Sajangnim.”

***

How’s your day, dear?” Tanya Kris, tetapi konsentrasinya tetap tertuju pada steak yang ada dihadapannya.

I met a new doctor today.” Mulut penuhnya membuat Ann kesulitan saat menjawab pertanyaan Oppa-nya.

“Telan dulu makananmu, sayang. Kau bisa tersedak.” Ucap sang daddy.

Kris tertawa pelan.”Daddy seperti tidak mengetahui kebiasaan Ann, dia bahkan bisa makan saat tertidur.”

Oppa is lying, dad. I never ever did that.” Ann memanyunkan bibirnya saat menyanggah candaan Kris. “Oppa has met this doctor, rite?”

“Umm…” Kris mengangguk pelan sembari mengunyah makanannya.

Doctor Kang took my blood sample today. He said that he will examine it.”

“I’m sure he can heal you, dear.” Sambung Tuan Antares untuk memberikan harapan pada sang putri.

That’s Wu Family. Togetherness always becomes their priority. Untuk kesekian kali sepenggal kebahagiaan menyelimuti Keluarga Wu malam ini. Tapi tanpa disadari, jauh di suatu tempat tanpa batas, sepasang mata tanpa henti-hentinya mengawasi mereka.

***

Pierre Gagnaire Seoul Restaurant

Mr. Kim, Mr. Lee! Nice too meet you.” Tuan Han berdiri untuk menyambut kedua pentingnya hari ini.

Nice to meet you too, Mr. Han.” Tuan Kim menjabat tangan Tuan Han. Begitu halnya dengan Tuan Lee.”

“Anjeuseyo.” Tuan Han mempersilakan tamunya untuk duduk.

Tuan Han tidak perlu berbasa-basi untuk mengungkapkan tujuan pertemuan ini. Dia hanya butuh persetujuan kerja sama Tuan Kim dan Tuan Lee untuk memuluskan langkah berikutnya.

“Bagaimana Tuan Kim?” Tuan Han menatap lawan bicaranya

“Saya belum bisa memutuskannya hari ini, Tuan Han. Kerja sama kita sangat riskan.”

“Saya setuju dengan Anda, Tuan Kim. Jika kerja sama ini sampai gagal dan public mengetahuinya, bukan saja J&K Corporation yang hancur, kita semua juga dapat terkena imbasnya.” Papar Tuan Lee.

Tuan Han tersenyum simpul,”Itu jika kerja sama kita gagal. Bayangkan jika kerja sama kita berhasil. Bukankah Anda bisa mendapat keuntungan besar dari kerja sama ini?”

Tuan Kim mengusap dagunya pelan,”Aku akan memberikan jawabanku tiga hari lagi Tuan Han. Saya harap Anda bisa menunggu.”

“Tiga hari? Itu tidak berarti apapun untuk sebuah kemenangan besar Tuan Kim. Saya akan menunggu.”

***

What did you say, Suho-ssi?” Kris mencoba untuk menahan amarahnya.

“Hwang Corporation secara sepihak membatalkan kerja sama dengan J&K Corporation, Sajangnim.”

Why did they do that? Oh God.” Kris berdiri dari duduknya dan mengusap keningnya. Kemudian dia menumpukan tangan kanannya pada meja kerjanya,”Tell me the reason.”

“Ini menyusul dengan tewasnya seorang pekerja di lokasi proyek beberapa hari yang lalu. Mereka juga merasa kurang puas dengan kinerja kita.”

“Bukankah tewasnya seorang pekerja masih dalam proses penyelidikan kepolisian?”

“Anda benar, Sajangnim. Tapi bukti-buki yang ada menunjukkan bahwa pekerja tersebut mengalami kecelakaan kerja.”

Damn! Ini tidak mungkin terjadi. Kita telah menerapkan standar keselamatan kerja secara internasiaonal.”

Jocelyn yang sedari tadi hanya bisa terdiam, berjalan menghampiri Kris. Dia mengelus ringan pundak Kris. “It’ll be okay, Kris-ssi. We’ve to face it. I believe we can pass it.” Jo berusaha menenangkan kekasihnya.

It doesn’t make any sense! Penyelidikan masih bergulir tetapi Hwang Corporation memutuskan kerja sama ini secara sepihak.”

“Hadapi ini dengan kepala dingin, Kris-ssi.” Lagi-lagi Jocelyn mencoba untuk menenangkan Kris.

Suho yang untuk sementara waktu terdiam, mulai melanjutkan laporannya.”Hwang Corporation juga menuduh kita telah melakukan pelanggaran kesepakatan. Mereka mengatakan bahwa spesifikasi yang telah direncanakan dan ditetapkan dalam kontrak perjanjian pemborongan tidak sesuai kesepakatan awal.” Terang Suho lebih lanjut. “Material yang kita gunakan dalam pembangunan proyek ini tidak sesuai yang mereka harapkan.”

Kris mengacak asal rambutnya, dia mulai geram dan gelisah.

“Hwang Corporation berdalih mereka memiliki bukti yang kuat tentang pelanggaran kesepakatan yang kita lakukan.” Jocelyn mencoba menerangkan lebih lanjut.

“Siapa pemimpin proyek ini?” Tanya Kris

“Kim Jung Woon, Sajangnim.” Jawab Suho

“Pinta dia menemuiku sekarang juga.”

***

Kini Kris telah berhadapan dengan seorang pria paruh baya, Kim Jung Woon. “Jong Hoon-ssi, you have to get this latest problem straight. Tell me what exactly happened.” Tegas Kris.

“Mianhamnida, Sajangnim. Semua yang telah Suho-ssi sampaikan pada Anda benar adanya.”

“Hanya ini yang bisa Anda katakan?”

“Sebagai pemimpin proyek, saya sudah berusaha untuk berjalan pada garis yang telah disepakati.” Kim Jong Hoon meremas-remas tangannya, untuk menhilangkan nerveous yang menyergapnya.”Tetapi, ternyata Hwang Corporation berkata lain. Mereka menyatakan bahwa J&K Corporation telah melanggar kesepakatan.”

Kris mendesah pelan.”Lalu, apa yang akan Anda lakukan?”

“Sa..sa..ya, akan menyelidikinya, Sajangnim. Saya sebagai pemimpin proyek akan bertanggung jawab mengenai persoalan ini.” Kim Jong Hoon sedikit tergugu saat menanggapi tantangan Kris.

“Arraseo. Aku serahkan semua ini di tanganmu.”

***

Suho melihat lampu kantor atasannya masih menyala, padahal saat ini sudah lewat jam kerja. Dia kemudian memberanikan diri untuk sedikit membukanya.

“Kris-ssi, apa yang sedang Anda lakukan di sini?” Suho sedikit terkejut saat mendapati atasannya masih tetap terpaku dengan tumpukan laporan yang berada dihadapannya. Tidak biasanya seorang Kris Wu menghabiskan weekend night-nya di kantor, dia akan lebih memilih menghabiskan  waktunya bersama Ann dan ayahnya.

“Ah! Suho-ssi, aku hanya sedang memeriksa laporan-laporan ini.”

Suho berjalan mendekat dan memilih duduk bersebrangan dengan Kris.

“Tapi ini sudah lewat jam kerja, Kris-ssi.”

Kris tertawa sesaat,”Bagaimana aku bisa tidur dengan nyenyak, sementara sebuah black hole menghantuiku. Benarkan, Suho-ssi?”. Kris menghentikan kegiatannya, dia menatap Suho, “Suho-ssi, aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku sendiri dan aku tahu kau adalah orang yang bisa aku percaya.”

“Suatu kehormatan untuk saya, Sajangnim.” Jawab Suho dengan senyuman khasnya.

“Bisakah aku meminta bantuanmu?”Lanjut Kris

With my pleasure.”

“Tolong diam-diam kau selidiki kasus Hwang Corporation. And don’t tell anyone about it.” Pinta Kris pada pria yang usianya terpaut satu tahun lebih muda darinya itu.

“Saya mengerti, Sajangnim.”

***

Suara gema tawa terdengar berasal dari sebuah bar di salah sudut Seoul.

“Terima kasih, Tuan-tuan. Aku tau bahwa kalian dapat diandalkan.”

“Ini juga merupakan sebuah kesempatan emas bagi kita, Tuan Han.” Tutur seorang pria.

“Mari kita bersulang.” Ucap Tuan Han sembari mengangkat gelas sampanye-nya. Apa yang dilakukan Tuan Han, mengangkat gelas sampanye, kemudian diikuti oleh empat orang lainnya yang duduk mengitari sebuah meja bundar.

“Untuk aliansi baru kita” Teriak Tuan Han

***

Sudah lewat beberapa hari sejak tuduhan Hwang Corporation kepada J&K mencuat ke permukaan. Tetapi, belum ada titik terang dalam perkara ini.

“Sajangnim, kita harus secepatnya menyelesaikan sengketa dengan Hwang Corporation. Saya takut perkara ini akan membahayakan saham perusahaan kita.” Tutur seorang manager di J&K Corporation.

“Itulah tujuan utama meeting kali ini.” Kris mengedarkan pandangannya ke seluruh pegawai yang menghadiri meeting. “Sebelum membahas sengketa dengan Hwang Corporation, adakah laporan yang ingin kalian sampaikan.”

“Saya, Sajangnim.” Ucap Jocelyn. ”Pagi ini, grafik harga saham J&K Corporation mengalami penurunan. Jika kemarin grafik harga saham kita masih berada pada level 261.000 Won per saham, tetapi pagi ini saham J&K turun 2 persen ke level 255.780 Won per saham.”

Thank you, Jocelyn-ssi.” Kris sekali lagi mengedarkan pandang. “Adakah laporan lain?” Tawar Kris.

“Saya, Sajangnim.” Kini giliran Kim Jong Hoon yang angkat bicara. “Saya sudah mencoba bernegosiasi dengan Hwang Corporation, tetapi pihak Hwang Corporation menolak untuk menarik tuduhan mereka. Mereka berdalih bahwa J&K Corporation telah menimbulkan kerugian yang cukup besar. Bahkan perwakilan dari Hwang Corporation juga menyampaikan bahwa mereka akan segera menggelar pers conference secara resmi.”

“Begitukah? Baiklah, saya harap kita semua bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Selain itu, saya harap kalian tetap memegang komitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk J&K Corporation. Cause…” Kris mengambangkan kalimatnya. Dia menatap tajam ke seluruh pegawainya , “…I believe that there is someone who rocks the boat in purpose.

***

TBC

P.S.

To get something straight            : mengklarifikasi atau meluruskan suatu masalah

Rock the boat                                   : disturbing steady situation ( mengacaukan keadaan yang stabil )

A Christmas Carol                          : Salah satu novel klasik karya Charles Dickens

Huh…hah…huh…hah *breathe in breathe out*

Akhirnya bisa juga nyelesain LE 2nd Soul. Kemarin sempet stuck ide, soalnya aku masih awam banget soal finance sama perbisnisan. Sampai-sampai harus berguru dan konsultasi finance sama Arsvio eonni. Harus tanya ke kakek google segala. Jadi maafin Tata yak klo ada penggunaan istilah yang salah tentang finance T^T

Maaf klo adegan ‘mesra’ Kris gege sama Jo kurang mengena. Demi muka innocent abang Kyuhyun, aku masih pure, masih murni, masih innocent jadi belum jago klo disuruh bikin adegan kayak gitu ==v | Kyuhyun: Ciih…klo mau bohong gak usah bawa-bawa mukaku, Ta |

Oya ngomong-ngomong soal tinggi badan. Itu demi jerawat abang Kyuhyun, Kris gege kenapa tinggi banget? *gak nyante* | Kyuhyun: Belum pernah dijadiin sasaran lempar jumroh ini bocah |. Denger-denger tingginya sampe 190 cm. Tapi untuk menghormati member yang lain (?), di profil gege tinggi badannya ditulis dibawah 190 cm. Nah, aku seberapanya coba?? *desperate*. Mungkin gege pas kecil dulu camilannya tiang bendera yak…

Oh ya, maaf klo masih banyak typo, terus ceritanya masih kurang greget, diksinya kurang pas *deep bow*

The last, thanks a bunch to Arsvio eonni who made me LE 2nd Soul poster. Then neomu neomu thank you for everyone who always supports me. Thank you all……. :3

28 thoughts on “Life Exchange [2nd Soul]

  1. just finished read this part hahaha love ur ff so much, make me love kris a lots too hoho alur ceritanya slow tapi tetep enak buat dibaca, gak ngebosenin. and i like ann. she’s cute. ^^

  2. terus menulis, Author.. ^_^.)
    saya menunggu cerita anda selanjutnya..
    it will be much easier when you’ve already found your pattern.. ^_^.)
    really love this side of Kris.. ^_^.)

  3. superddulz7 says:

    adegannya Kris ma Jo lbh byak di part ini dri dipart kemrin.
    hehehe
    jadi Tn. Han mau hancurin J&K corp ya???
    wah Suho jadi shbtnya Kris tpi kok msh manggl dgn formal sich di luar jam kerja???
    hehe
    ditggu next partnya xD

  4. nympha42 says:

    semoga yang ini masuk,
    aq gak ngeh ma dunia perbisnisan ta, tapi tulisan mu bisa kok dicerna ma otak q yg awam bgt. nice.
    next part ya. thanks tata. ^^

  5. Kim Hee-hee says:

    blm ad nyinggung ttg life exchange ya??? btw, ann itu umurx brp sih?? kaya’x agak beda jauh ma kris…..
    oh,iya saeng, bahasa koreax koq sdikit bgt?? inggrisx malah lbh byk, jd kesan suasanax spt bkn ff korea…..
    ok, ditunggu lanjutanx yah…..

  6. kim eun kyo162 says:

    yeeeyeye….
    publish jg ff yg d tunggu2….
    wahhhh…jahat bnar tu orang y….
    skrang perusahaan pula yg mw d hancurin ma tu kakek2….
    ada tegang ny py ada jg romance ny kris ma jo…

  7. Nopi says:

    Cerita yg ditunggu akhirnya Keluar , Meluncur!! Karakter abang Kris-nya ngena deh yaa. Cocok nih Kris jd pebisnis kayak gini. Ohya, kalo kata pepatah nih ya sekali dayung, 2 3 pulau terlampaui. Ya, dngn baca FF ini, gk hanya disuguhi cerita yg berkualitas, tpi juga menambah pengetahuan saya sebagai orang awam ttng dunia perbisnisan ini.
    Yg 3rd soul sangat sangat ditunggu loh thor ! Semangat \m/

  8. Na says:

    uwouwoo~ kris gege ma baby boo…
    Jujur Na gatau sm sekali tntg istilah” perbisnisan. Jd Na manggut nurut aja bacanya. Kkk (^/\^)
    sebener.a Ann itu sakit apa? Na rada” lupa ._.v

    sejauh ini konflik.a msh seputar bisnis…..life exchange nya kapan? Hehe,
    btw, msh byk typooo~ =))

    ne, LE 3 setia dinanti,, Tata, Fighting!! \m/

    • aku juga enggak mudeng tentang bisnis. Aku cuman modal nekat buat ff tentang bisnis -___-
      Sakitnya Ann belum aku beberin kok Na, jadi maklum klo kamu belum tau..

      Huaaa, nah itu aku juga gak tau. Life exchange-nya kapan? sebenere ff ini mau tak jadiin one shoot, tapi malah keblabasen jadi bershoot-shoot -____-

      Thank you buat support-nya

  9. octakirana says:

    konflikny bener2 bikin greget mski blm smpai puncaknya,,,ku tu trenyuh bnget baca pas dialog kriss ma adiknya diawal crta, tu bikin tenggorokanku ikut trcekat,,,tata jngn brkecil hati,ini bgus jln ceritanya,,semngt trus buat nulisnyaa ya !!

  10. Wuii..finally, the second soul was updated.

    Well, wanna say a few here…
    First, this ff is all about Kris. And I thought, Jocelyn role isn’t that important. She’s like a supporting role. Maybe next you can improve her role so we can see that Jo is the main character here. But, if from start you had decide the story, it’s ok. Just go on.

    Second, for me, although you describe it lil longer, the plot still fast. I’ll not complain more because writer have their own characteristic. As long as legible and acceptable, I thought it can be enjoyed. Malahan, kadang bertele-tele juga membosankan. Beberapa author yang menggunakan alur cepat juga tak lantas kehilangan feelnya koq. Example, one my fav, Kei.

    Third, inti dari siasat buruknya tuan Han mulai terbaca. Dalam artian, you hit the nail on the head. Idenya keren koq. Masalah kecelakaan kerja dan penyimpangan kontrak adalah ide bagus.

    Fourth, i do like the conversation in English. But, beberapa percakapan resmi/formal antara Kris dengan tuan Han, atau Kris dengan bawahannya kurang sedikit chic. Lanjutkan saja…

    And, last, i do love the chemistry you built between Kris and Ann. And also, the romance between Kris and Jo. Cool.

    Sorry if you’re not pleased with this long long comment and some critiques. We learn together to be a better one.

    Bye on next chap..

    Oh, as an admin i have edited some typo…/hoho/saya/baik/kan..

    • Somehow I think that I shouldn’t write down Jocelyn name in the cast list, yet I should write Annabelle’s name there. Okay, I’ll try to give Jo more line.

      I also think like that. I just too ‘bertele-tele’, its my own opinion. Yeah, everyone has their own style writing their story, but in the long run I wish I could be more better.

      What do you mean? I use formal language between Kris and his colleague and I use informal language between Kris and his employee.

      About Kris and Ann’s chemistry, I imagine that he’s my brotha. Cause, I have carving for brother. It would be nice if my brother could treat me like that, but in the reality I don’t have any brother. Yeah, you know what I mean. Kekeke

      It doesnt matter you gave me a lot of comments, sist. I should be thanked you because you mind to give your opinion, so I could be more better.

  11. part berikutnya…. 🙂
    btw,,nama pacarnya kris itu jocelyn atau jovelyn…nama ini ada di beberapa paragraf..one of typo i think..
    masih belum keliatan nih life exchangenya..msh mslh awal tntg bisnis dan kris jd cowo keren gini y…
    mau donx punya oppa ky kris😀

    nice part..🙂

    • Jocelyn chingu, tapi kadang aku keingetnya Jovelyn, jadinya typo deh

      Emang masih belum keliatan, mungkin di beberapa part selanjutnya (mungkin)…
      Aigoo, Kris gege emang keyeeen kok. Aku juga mau punya oppa kayak dia. Kekeke

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s