[Drabble] Peck(s)


kiyu musical

Peck(s)

 Arsvio | Kyuhyun Cho, Adelynn Lee | PG-16

Aku mengangkat bahuku dan mencembungkannya karena udara yang dingin membuatku tetap menggigil dalam balutan coat adidas yang tebal. Mempercepat langkahku dengan perasaan menggebu, aku tersenyum kecil ketika mencapai pintu apartemen tujuanku. Kukeluarkan sebelah tanganku dari saku mantel dan kutekan angka kombinasi sekuritas yang sudah kuhafal. “Eh?” aku memekik kecil ketika mendengar bunyi penanda password yang kumasukkan salah. Mencoba sekali lagi, aku menekan angka 010101 di panel pengunci.

Jangan harap gadisku menggunakan nomor-nomor romantis seperi tanggal kelahiranku atau tanggal officially kami bersama. Katanya hal demikian terlalu klise dan mudah ditebak. Cish, cliché your ass! It’s sweet though. Diantara kombinasi angka yang mampu dipikirkan oleh otak cerdasnya hanya angka trivial; 010101. Ketika aku menanyakan alasannya, selain bahwa angka tersebut mudah diingat, dia berkata:

0 is probability you’ll have a six pack abs

1 is absolutely tempting of Siwon’s choco abs

0 is chance you have masculine jaw line over the fact that yours covers by fats

1 is adorable chiselled Siwon’s jaw line

0 is possibility you’ll have athletic feature

1 is completely alluring tanned body of Siwon’s

Setelah dia mengatakan alasannya dengan bangga, rasa-rasanya aku ingin mencacah Siwonnie, mengabaikan fakta bahwa dia hyung-ku. “Heish,” kesalku ketika password-ku ditolak kembali. Aku menekan pintu berulang dengan kesal karena yakin bahwa pada jam selarut ini Lynn sudah berada di rumah.

Coming!” aku mendengar suara nyaringnya. “Who’s this?” tanyanya melalui intercom pintu.

Don’t joke me. You can see me on your intercom’s screen,” jawabku malas.

You’re covering your face using masker, Sir. How should I suppose to know?”

Aku mendengus mendengar jawaban tak berdosanya. “It’s me,” senandungku, “handsome boyfie.”

Oh?” suara lenguhnya yang membuatku tidak sabar menjumpainya. “Your password Mr. Handsome Boyfie.”

I’m not in the mood to play around, Baby. I’m damn tired. So please open the door,” ucapku melas.

Then submit your password, Sir.”

Menghela napas pasrah, aku menyandarkan keningku di pintu. She’s meeting me halfway[1]. “How did I know your freaking password, huh? Beside, it’s me, Cho Kyuhyun your boyfriend; trying to remind you, just in case you forget it.”

Ermm…still your password cause who knows you’re King Lee Hwon who is disguising into Cho Kyuhyun.”

Eeh?” aku mengangkat keningku dari pintu. “So it’s all about my musical, huh?” Aku mundur selangkah kemudian mendongak untuk menantang kamera dengan berkacak pinggang. “Look, it was just a peck[2], nothing more!” Apalagi yang membuat bermasalah jika bukan kissing scene di musikalku.

It was!” pekiknya. “Let’s say, I also can have a peck, oh no…no…no…,” koreksinya, “some pecks to Choi Siwon, rite?” ucapnya bersemangat.

Like I wanna bang my head over this darn door with your Choi Siwon thingy,” aku kembali menyandarkan keningku di pintu; berlaku memelas. Siapa tahu gadisku yang terkadang berlaku sadis meluruh hatinya. Don’t get her wrong. Dia fenimin, tapi terkadang sadismenya muncul ketika cemburu. Dia menyukai kerapian, tapi seringkali mengusutkan sprei saat kami bercinta. Ahem, back to topic.

Still,” senandungnya panjang, “your password, Mr. Cho Kyuhyun who was disguising into Lee Hwon or whoever you’re.”

“Adelynn Lee loves Cho Kyuhyun so damn much,” cerocosku mencoba mengikuti permainannya; menebak password.

“Ding dong,” jawabnya yang menandakan aku salah menebak.

“Adelynn Lee likes to make out and make love to Cho Kyuhyun.”

“Ding dong.”

“Adelynn Lee adores Cho Kyuhyun’s cuteness a lot.”

“Ding dong.”

“Adelynn Lee admires Cho Kyuhyun’s beautiful voice so freaking much.

“Ding dong.”

“Adelynn Lee respects the dashing Cho Kyuhyun.”

“Ding dong.”

“Adell—“

Stop being full of yourself, will ya?”

What? I’m trying to be realistic here.”

Oh please,” ucapnya malas yang membuatku tersenyum kecil, bodoh. “If you don’t get the right password, you can’t come in.”

What?” pekikku dengan intonasi dan mimik mirip dengan minion milik Dr. Gru yang bewarna kuning itu. “Yak! Wh…what the heck…”

I’ll give you one minute to—“

Think…think…Cho Kyuhyun,” ucapku mondar mandir di depan pintu apartemen Lynn. Aku berkacak pinggang, menggigit bibir bawahku, dan memandang pintu dengan berkerut. Mendongak sejenak, aku menoleh kembali ke muka pintu. “Gezz, I’ll kill myself after saying this,” gumamku mendekati intercom. “Adelynn Lee adores Choi Siwon so damn much,” ujarku dengan cepat.

“Ding dong deng!” pekiknya riang yang mengontras dengan wajah suramku yang menyengir. Segera setelahnya, pintu terbuka menampilkan dirinya dengan piyama merah muda; atasan tank top dengan bawahan celana selutut. See what I said about her feminism.

Sebelum aku memproses perdebatan kecil kami sebelumnya, aku sudah dikejutkan dengan suara riang dan senyum lebarnya.

Congratulation for your successful musical!” Lynn memegang sebuah kue coklat dengan tulisan dari krim putih ‘congratulation Cho Kyuhyun’.

Eum…” Aku menegakkan telunjukku berbarengan dengan suara pintu yang tertutup secara otomatis. “So you didn’t mad at me?”

Lynn menggeleng, masih dengan bibir yang tertarik keluar membentuk senyum.

You didn’t get jealous over my kissing scene?” pertanyaanku lagi-lagi dijawab dengan gelengan simpel. Ok, aku kecewa dengan responnya. Dalam situasi ini, lebih baik kutemui Lynn dalam keadaan terbakar cemburu daripada menjumpai wajah tersenyumnya. “Why?” tanyaku mempertanyakan mengapa dia tidak marah.

Eum,” Lynn mengetuk dagunya, “if it means that I could have some pecks from Choi Siwon then it doesn’t matter.”

You’d better kill me right now.” Aku memelorotkan bahuku dan memandangnya lesu.

“A peck still a kiss so how about we make some deal here,” tawarnya.

What deal?”

Every time you kiss, you also let me kiss another guy, too,” sarannya dengan mata berbinar.

It’s a peck not a kiss, beside it was only happened on stage!”

It’s count as kiss tough.”

Peck!”

Kiss.

Peck!”

Kiss.”

Peck. Period,” tekanku sebagai finalisasi perdebatan kekanakan kami.

Kiss though,” ucap Lynn sembari memajukan bibirnya.

Let me show you the kiss is.” Dengan perucapanku, aku menarik tangannya hingga membuat kue yang dia pegang jatuh ke lantai. Tidak menggubris pekik Lynn dan kuenya, aku merapatkan tubuhnya kepadaku. Menghela[3] kepala Lynn dari tengkuknya, aku memagut bibirnya secara penuh. Kulumat dan kugigit lembut bibir bawahnya hingga dia berhenti memberontak; entah memberontak karena kekagetan atas tindakan impulsifku atau karena mengkhawatirkan kuenya yang mengotori lantai.

Eugh…”

Aku tersenyum ketika mendengar lenguh kecil Lynn. Balasan ciumannya merupakan isyarat bagiku untuk menyusupkan lidahku ke rongga mulutnya. Melumasi lidah Lynn dengan salivaku, aku merasakan kedua kakiku yang diinjak olehnya, sekadar mempersempit jarak kami. Aku mengeratkan lingkaran tanganku di pinggangnya untuk menyangga ketika dia menjinjit di atas punggung kakiku. Aku menggeram menikmati ciuman kami ketika kusapukan lidahku ke rongga atas mulutnya. Kakiku perlahan maju, membawa tubuh kami berdua lebih ke dalam…dan kue pun terlupakan.

***

Dengan halus kutelusuri sisi kepala Lynn yang memiring menghadapku hingga turun ke leher jenjangnya dan bahu terbukanya. Mengusap pipinya, aku tersenyum ketika dia mulai membuka mata. Momen seperti ini, aku sangat menyanjungnya; dimana aku menjumpainya bangun di sebelahku dengan her morning beauty and nakedness. “Good morning, Baby,” ucapku mengacak rambutnya yang sudah teracak dengan aktifitas kami semalam.

Morning, Hyun. Been awoken for long?”

Not long enough to admiring you.” Tawa kecilku setelah mendapat pukulan kecil di dada polosku.

Cheesy as usual.”

But you love my cheesiness, rite?”

You’re lucky that I love you,” tanggapnya yang melebarkan seringaiku. “Anyway, about tonight I really was preparing a surprise to congratulate you before you ruined it all.”

Aku menyusupkan tanganku ke bawah lehernya untuk menariknya mendekat. Merapatkan tubuh kami dalam kondisi seperti ini juga merupakan favoritku. Katakan aku pervert, tapi di saat ini aku hanya merasa sempurna untuk dicintai dan mencintai. “Let’s say it an improvement.”

What a mess improvement!”

But you liked it; always. If not, you weren’t moaning my name beautifully when—“

Shut up!” terjangnya pada ucapanku sembari membekap mulutku dengan sebelah tangannya. Warna merah muda segera menghiasi kulit pipinya yang putih pucat.

Ok…ok…” kekehku sambil menarik tangan Lynn yang menutupi bibirku. “Thank you for the surprise.

That your worries has been paid off by your successful performance, I was glad to hear it.” Lynn menatapku dengan iris birunya yang meneduhkan. “Once again, congratulation.”

And about the pecks?”

Lynn mengedik bahunya, “It’s just part of my surprise, I guess?” ucapnya tidak yakin.

Aku menarik wajahnya mendekat dan menghujaninya dengan ciuman-ciuman kecil. “Then I pecked you all over your face nothing compared to what I’ve done to that artist. Please leave your insecurities because I love you so much.” Bagaimana pun, bohong jika benar-benar Lynn mencintaiku dan tidak merasa terganggu dengan adegan ciumanku. Pasangan artis lain boleh mengatakan mencoba menyikapi kissing pasangannya secara profesional. Professional my ass! Permintaanku hanya agar dia menerimaku dengan profesiku dan mampu menyingkirkan kegusarannya setiap kali berada dalam situasi seperti ini.

I know.” Lynn menyandarkan kepalanya di dadaku, “I just wasn’t used to your kissing scene; always.

Aku menangkupkan tanganku memeluk tubuh Lynn. “Then don’t. Don’t get used to my kissing scene cause that means my feeling for you is reciprocated.” Mengecup puncak kepalanya, aku menikmati kebersamaan kecil kami di pagi ini. “I love you, My Adelynn.” Tersenyum ketika pelukan Lynn di pinggangku mengerat, aku melega dengan isu kami.

Aku menjauhkan tubuh Lynn barang sedikit. “Speaking of which, what’s your password combination?”

Lynn meringis sebelum menjawab, “020202.”

My freaking goodness… I absolutely wanna slap my face right now, right here!

END*

Note:

I’m sorry for making this drabble of Kyu-Lynn based on western culture. Ermm…what can I say, kalian pasti tahu komentar Kiyu di RS yang membuat para MC lain melongo tentang bagaimana wanita sekarang lebih terbuka terhadap skinship. Intinya (seingatku) dia bilang: “wanita sekarang lebih terbuka terhadap skinship dalam suatu hubungan. Jika mereka menemukan kecocokan di atas ranjang, maka akan meneruskan hubungan tersebut.” Well, none should be blamed of. Bahkan maknae sebuah BB pernah mengakui meniduri (entah) model atau (entah) designer. Awalnya aku shock, tapi setelah dipikir lagi, ya “let’s leave the innocence and think logically” Walaupun tidak etis menurut budaya timur, tapi mereka artis papan atas dengan gaya hidup tinggi; wanita dan wine sesuatu yang mudah layaknya menjentikkan jari. Oh and that kiss scene, aku dapat dari kissingnya Queen In-Hyun, aku suka keintiman mereka pas kissing; cute. And sorry for my grammar error.

And on my resume, please just take my story as imaginary fiction for entertaining only, k? Do not mix it with Kiyu’s real life.


[1] Meet sb halfway: to do some of the things that someone wants you to do, in order to show that you want to reach an agreement or improve your relationship with them.

[2] Peck: quick (simple) kiss.

[3] Menghela: menarik supaya dekat, maju.

I liked this simple photo of her:

tiffany simply

Hazz, what can I say, I like some pairing of Tiff such as:

sifany (how I adore that dude)

haefany (oh please, I love that forever baby boy)

khunfany (even I’m not Nikhun fan, but he’s nice too).

hyukfany? (aku cari penghapus inih~ grrr)

Sorry jewel, dunno I’m not into Hyuk this lately, but surely I like him too. He’s humble and low profile, also funny.

Kyufany (*sigh* okelah, Kyu as long as you happy)

86 thoughts on “[Drabble] Peck(s)

  1. Choooii says:

    Saya baca ff dimana pun, kalo Kyuhyun abis musical dan ada kissing scene-nya pasti pada ngambek dan merajuk. Err

    tapi ini BEDA! Dan saya suka idenya, mereka manis dan romantis kkke~

  2. Yurizde says:

    Ckck, dari sekian banyak angka mulai dari 1-9, kombinasi yang dipilih justru 020202. Haha.. berasa berkaca pada diri sendiri. karena keseringan lupa password atm, aku sekarang pake pw kombinasi luar biasa sederhana #curcol
    hal simpel adalah sesuatu yang sering terlewat begitu saja. haha
    seneng banget si Kyu, pesta selebrasinya berakhir di ranjang. lolllllll😀

  3. OyyiCho says:

    Sweet scene,
    ibarat buah cherry manis and sexy,
    hubangan fans dan idol itu rumit,
    tpii sbg fans yg baik, menjaga privacy idolnya, bukan menjelek2kan serta merusak privacy idolnya.

    • I have a name, so call me by my name instead of ‘thor’. Kenapa pakai english, karena pelakunya ‘Adelynn’ ini blaster Korea-Inggris, dan dia lahir serta besar di Inggris sebelum pindah ke Korea. But, mungkin sesekali akan ada dialognya dalam indo.

  4. AnisClouds says:

    .Tiffany x cantik .. aq suka mata x klo senyum .. hihi
    .haha .. ternyata PW x itu .. Kyu jengkel stengah mati ..
    .klo smpai Lynn am Siwon .. kiss .. Kyu bkalan bnuh diri ..
    .annyeong ..

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s