[Drabble] Doodling


swing wonkyu

 

Doodling

Arsvio | Adelynn Lee, Cho Kyuhyun, Choi Siwon (minor) | PG 16

 

Finish?”

Not yet.”

Finish?”

Ish!” desisnya sembari membungkam mulutku yang menanyakan hal sama selama tiga puluh menit terakhir, kurasa.

 

Well, aku agaknya menyesal karena menawarkan kerelaanku untuk menuruti apa pun kemauannya atas absensiku di tiga minggu ini dan tentunya karena three frigging kisses di setiap penampilan musikalku yang terakhir. Sehubungan dengan comeback SJ-M, jadwalku akan memadat sehingga praktis akan memisahkan kami berdua di beberapa pekan mendatang.

Apa yang kami lakukan saat ini?

1: I’m freaking half naked, precisely topless in her bed.

2: She’s sitting on my lap.

Jika kalian berpikir mengenai romantisme, maka buang jauh-jauh ide itu. Jika kalian menebak lovemaking, hurr… itu yang sedari tadi kuharapkan terjadi. Namun tidak untuk kali ini. Get away those cloudy minds of yours!

3: I’m wearing, what she’s called, a cutie ear bunny bandana. Cutie my ass!

4: She has a marker on her hand.

Eumm…I could even draw a baby whale…” Lynn bergumam tidak jelas sambil matanya memicing memerhatikan karyanya di dahiku. See? Kalian tidak salah membaca karena memang yang Lynn lakukan saat ini adalah doodling on my freakin forehead! Oh, bold untuk kata terakhir. Dia berbicara sangat antusias ketika ditelpon; mengatakan bahwa foto teaser Swing-ku sangat memesona. Senyumku bahkan hampir menyentuh telinga ketika dia memujiku atas gaya rambut terbaruku, tetapi akhirnya inilah yang kudapat; doodling on all over my forehead.

Ta-da!” pekik Lynn sembari memundurkan badannya yang tadi mencondong ke tubuhku. “This is a mommy whale,” dia menunjuk sesuatu di dahiku, “this is a cute baby whale.” Menekuk sikunya, dia mengetuk pipi dengan telunjuk. “Should I draw a daddy whale too, Hyunnie? But, I don’t think the space on your wide forehead will fit if I draw daddy whale, maybe one baby whale will do.

She’s got to be kidding me, rite?

What?” tanya Lynn yang menangkap raut jenuhku. “You said you would make it up to me, remember?” diktenya yang membungkam protesku untuk keberapa ratus kali hari ini.

But, you’ve already doodled a grandma owl, a grandpa owl,” aku melarikan telunjukku di dada atasku, “a papa owl, a mama owl, a brother owl, a sister owl, and,” aku meninggikan suaraku, “a baby owl,” desisku lemah. Mungkin dia akan menjadi seniman dengan gaya baru karena mengganti media kanvas dengan tubuhku.

Well, it’s cute, isn’t it?” ujar Lynn sembari meringis bangga dan mencekungkan bahunya.

Selain dadaku yang berubah menjadi mirip penangkaran burung hantu dan jidatku yang menjadi samudra atlantik untuk paus, dimana letak menggemaskannya? Oh, sepertinya aku lupa mengatakan kalau Lynn juga menyapukan blush on di pipiku dan mengaplikasikan lip gloss-nya yang bewarna merah muda di bibirku. Sekarang aku seperti merasa tidak lebih baik dari seorang badut.

Menganjurkan tangan, Lynn menarik telinga bandana yang dipakaikan padaku. Agaknya dia menegakkan telinga kelincinya. “Umm…my cutie Easter bunny boy…” celotehnya sambil mencubit kedua pipiku dan menggoyangkannya ke kiri dan kanan.

Menurunkan ketegangan bahuku, aku mendesah, “You’re lucky that I love you, Baby.” Menegakkan badan, aku memberikan usulan yang sedari tadi ditolak mentah-mentah. Barangkali dia lelah mendengarkan, lalu menyetujuinya tanpa syarat. “Can we have a hot steaming lovemaking, instead of doodling session?”

Oh, no…no…no…” jawab Lynn sambil menggerak-gerakkan telunjuknya di ke kanan-kiri. “You’re really naughty naughty bunny!” dia menekan ujung telunjuknya di hidungku.

Hah…” helaku panjang. Menyerah dengan permainan Lynn, aku hanya pasrah. Setidaknya kami memiliki waktu bersama untuk sekadar bercengkrama mengenai ini dan itu, sementara tadi Lynn memenuhi tubuhku dengan gambar. “Come here, baby.” Aku menarik tubuh Lynn kembali merapat, kemudian mengaitkan daguku di pundaknya. Lebih dari apa pun, aku tahu dia menggunakan cara ini untuk sekadar menceriakan suasana hatinya. Mulutku diam, namun telapak tanganku mengusap punggungnya secara berulang.

How long will it take?” tanyanya.

Aku tahu dia menanyakan rentan promosi album Chinese terbaruku, yang sayangnya akan membuatku sering mengunjungi negara tirai bambu itu. Walaupun kami SJ-M juga akan merilisnya di Korea, namun aku sangsi di sela-sela promo dan jadwalku yang ketat, kami bisa bersua dalam waktu yang kualitatif. “How about save it as surprise? We do still able to communicate through phone call, rite?”

But it just relieves my longing for a bit.”

Maybe if you will pray hard, I can be right on your side in a blink of eye.”

You’re joking me!” ucapnya sambil memukul ringan punggungku. “I already miss you, yet we aren’t separating.

Dadaku menggemuruh karena perasaan mutual yang sama. Apa boleh dikata, ini pekerjaanku dan aku yakin, Adelynn sadar resikonya sebelum memutuskan mengencaniku. Meskipun di banyak kesempatan dia selalu menekan emosinya seorang diri, namun aku berharap bisa meredakan sedikit kegundahannya; seperti saat ini. Karena jika tidak, aku takut suatu hari dia akan lelah dan meninggalkanku.

Lift your ass,” tepukku pada pantat Lynn. Aku mengayun kakiku menuruni ranjang dan berdiri dengan geli saat memerhatikan wajah bingungnya. “You need to clean this doodling of yours!” tunjukku pada wajahku.

But…that…y…you…can…” gugupnya yang menangkap maksudku dengan baik.

Menarik tangan Lynn sebelum menjauh, aku menyentaknya hingga dia berdiri. Kutekuk kakiku, kemudian kusorong pundakku ke perut Lynn untuk mengangkatnya. “Let’s take a bath, baby,” senandungku seraya berjalan menuju kamar mandi.

“Hyunnie…wait…wait…” tangan Lynn dengan naluriah melingkar di perutku, mengamankan tubuhnya yang menyampir di pundakku. “How about—“

No bargain,” tolakku riang.

Ok…ok…but—“

No buts,” ujarku sebagai finalisasi. Kakiku segera menendang pintu kamar mandi agar menutup, sebelum Lynn memberontak. Oh, maybe we didn’t have lovemaking, but how about…

***

Hey Maknae.”

Aku menjengit ketika mendengar sapa suara yang kukenal disertai acakkan di puncak kepalaku. “Hey Hyung,” jawabku sekadarnya tanpa mengalihkan tatapanku dari layar tv. Selepas dari apartemen Lynn, aku kembali ke dorm untuk mempersiapkan promosi Swing. Menoleh ke samping dengan kilat saat merasakan embusan pendek, aku menjerit, “What the hell are you doing? Sniffing me?” Mataku menyipit, mengamati raut heran Siwon Hyung yang mencondongkan tubuhnya padaku untuk membauiku.

Language, baby maknae.”

Errgghhh, hyung,” raungku rendah terhadap sapaannya.

Seriously, lavender?” tanya Siwon Hyung. “It’s not so you,” komentarnya sambil mengamatiku dengan curiga.

Mengangkat alisku, aku baru menyadari wangi lavender yang melekat kuat di kulitku. Seharusnya aku tidak mengizinkan Lynn memilih aroma terapi untuk bathsalts.

Ah, I know. Let me guess, Adelynn Lee, rite?” Siwon Hyung menjauhkan dirinya dariku sembari menyungging sebelah sudut bibirnya. “Frankly speaking, you should bring her to meet with us when I’m around.” Bukannya dia belum pernah bertemu dengan Lynn, namun mereka memang baru dua atau tiga kali bertemu. Terlebih karena Siwon Hyung tidak tinggal bersama member lain di dorm.

No!” tolakku sambil menggelengkan kepala.

Why?” Hyung mendekat kembali. “You do afraid if your girl will fall for me?”

Hell no!” pekikku sambil mendorong pundak Siwon Hyung. Mengingat bagaimana Lynn memuji Siwon, aku lebih baik mengambil jalan teraman untuk tidak sering mempertemukan mereka. Hey, I don’t want to be ditched!

So, what were you two doing back then? Were you taking a bath together judging from the fragrance left on you?” seringai Siwon Hyung.

Hell! That isn’t your business Choi Siwon!” tudingku. Aku rasa wajahku merah padam saat ini.

Ughh…” Siwon Hyung memanjangkan tangannya untuk mencubit kedua pipiku, kemudian menggoyangkannya ke kanan dan kiri; mirip seperti yang dilkukan oleh you-know-who. “Ciku…ciku…my cutie baby maknae now all grown up, huh?” bibirnya memanyun disertai mimik seperti menimang bocah.

Aku mendesah pasrah karena dikelilingi orang-orang yang memperlakukanku dengan demikian rupa. Untuk kedua kalinya hari ini, aku mengatakan, “You’re lucky that I love you, Hyung.

END*

 

Note: Sorry, can’t help to make it. After fangirling over their comeback, gosh, I do really like Kyu’s haircut showing his forehead. And, sigh, another pervert Kyu. Aku pikir-pikir, drabble ku Kyu-Lynn semua pervert dengan rate 16 ya?

 

 

 

57 thoughts on “[Drabble] Doodling

  1. Cho! You’re so pervert and I can’t stop loving you,……!!! Our little makne makin tua makin cakepppp,…..
    Nice ff, swEeeettt kyk lolikyupop🙂,….

    Keep writing,! Fighting!!!

  2. suka deh kalo onnie bikin drabble, asik buat dibaca berulang-ulang
    jidat kyu aja udah artwork, ditambah gambar binatangnya lynn
    pas baca kyu gendong lynn di pundak jadi inget siwon pernah gendong kyu kayak gitu juga di ss3
    gemes deh liat kyu disini, pengen bawa pulang aja >.<

  3. Mrs. Byun says:

    ohoooooo… Aku setuju.. Dahinya bisa buat gambar hohoho… Kayaknya bagus kalau gambar bebek lucu hohoho… Dan errr… cho kyu, meskipun pervy tapi kyaaaaaaa manis uhuuuuuuuuu… Knp semakin hari semakin gemes sama kyu, dan dan ohmy siwon oppa.. Ciku… Ciku.. Ciku… Dongsaeng mu sudah benar2 dewasa hohoho… Tp kalau dihadapan hyungnya, cho kyu jadi anak2 ya hohooh… Awwwww masih kangen HyunLyn hoho

  4. HalcaliGaemKyu says:

    Oh cho kyuhyun you’re so sweet!! Kekeke….
    Kyuhyun yg skrg sdh besar dan dewasa dan sdh memiliki pacar dan suka cemburu terhadap hyungnya yg lbh dipuja oleh pacarnya lynn.
    Lucu bgt si kyukyu!
    Keren ff nya…
    Gumawo..

Would you please to give your riview?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s